Beranda

Cara Mengatasi Masalah { PAGE \* MERGEFORMAT }

4 Komentar

Yap, mumpung masih inget, langsung saya tulis saja.

Pengalaman dari teman yang mengalami masalah di MS WOrd. Kalian pernah mengalami masalah seperti ini { PAGE \* MERGEFORMAT }? Jadi misalnya ketika memasukkan nomor halaman di MS.Word ternyata bukan angka yang muncul, tapi tulisan { PAGE \* MERGEFORMAT }.

Sebenarnya, dibalik tulisan tersebut  sudah berupa angka tapi tampilan di wordnya seperti bukan angka, tapi tulisan { PAGE \* MERGEFORMAT }. Buktinya ketika saya copy-kan tulisan itu  kemudian saya paste di google, ternyata yang ter-paste adalah angka, bukan tulisan { PAGE \* MERGEFORMAT }.

Cara mengatasinya, blok tulisan { PAGE \* MERGEFORMAT } tersebut, kemudian tekan ALT+F9. Taraa tulisan tersebut berubah kembali menjadi angka. Berhasil? Kalau saya berhasil, semoga teman semua juga berhasil.

Sekian bagi-bagi, terima kasih :D

Modul dan Jobsheet Web Dinamis Menggunakan PHP&MySQL

Tinggalkan komentar

heee

heee

Ada pengalaman tersendiri saat berada di Padang. Sebuah pengalaman baru, yaitu mengajar di SMK RPL. Ini baru pertama kali bagi saja. Sebelumnya pernah mengajar di SMA, SMP, SMK TKJ, dan sekarang saya mengajar di SMK jurusan RPL, khususnya kelas XII.

Setelah hampir 3 bulan mengajar, ada beberapa jobsheet dan modul yang saya buat untuk melengkapi kebutuhan pembelajaran. Dan sekarang saya bermaksud untuk membagikannya. Boleh dipergunakan untuk pembelajaran, boleh diperbanyak, dilipat gandakan (*lho). Pokonya bebas, ASAL bukan untuk dikomersilkan yaa.

Jobsheet dan Modul ini dapat dipelajari untuk belajar dasar-dasar membangun web dinamis menggunakan PHP MySQL. Jadi untuk selebihnya, dapat dikembangkan sendiri dengan pengalaman masing-masing :P

Jika, dalam jobsheet dan modul ini “terlalu dasar” maafkan ya, karena memang saya pergunakan untuk siswa SMK yang baru belajar web programming. Sippo. Sekian. Jika ada yang tidak dimengerti silakan tanya.

Kamu bisa download datanya di sini.

Data yang saya lampirkan ada modul, jobsheet atau langkah pengerjaan, juga ada basis data yang digunakan untuk contoh jobsheet yang saya buat. Jadi, sebelum mengerjakan ini semua, silakan import terlebih dahulu basis datanya ke MySQL. Misal, menggunakan XAMPP.

Wassalam.

O Ya Rabb, Begitu Singkatnya Melihat Dunia Ini

Tinggalkan komentar

Saya langsung tertarik ketika searching sebuah buku berjudul Dari Hati Ke Hati karya Buya Hamka. Namun, yang saya dapatkan buku yang berjudul Nasehat Dari Hati Ke Hati karya Ustadz Abdullah Haidar. Ketika membaca sekilas, SubhanAllah. Keren juga.

Kalian dapat mendownloadnya di sini (semoga diizinkan ya untuk menyebarkan).

Ada bagian ebook tersebut yang membuat saya langsung tertohok. berikut isinya:

Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW yang mengabarkan kepada kita bahwa nanti di hari kiamat akan didatankan seorang yang di dunia hidupnya paling senang, namun dia termasuk penghuni neraka. Maka setelah dirinya dicelupkan sekali saja ke dalamnya, lalu ditanya kepadanya: “pernahkah kamu merasakan kenikmatan sebelum ini?” Dia menjawab: “saya sama sekali belum pernah merasakan kenikmatan sebelumnya!”

Sebaliknya, didatangkan orang yang di dunia paling menderita, namun dia menjadi penghuni syurga. Kemudian ketika dirinya dicelupkan sekali saja ke dalamnya, lalu ditanya kepadanya :”Pernahkan kamu merasakan kesengsaraan sebelum ini?” Dia menjawab:”saya sama sekali belum pernah sengsara sebelum ini!”

Tentu ini sejalan dengan yang difirmankan oleh Allah,

“Pada hari  mereka tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari” (QS. AnNaziat:46)

Kita tahu itu semua, tanpa saya tulis di sini pun kita tahu bahwa dunia itu sebentar. Namun terkadang, kita harus “ditampar” lagi dengan mengulang dan diingatkan kembali akan hal tersebut. Ya, Dunia sungguh sebentar, sangat sebentar.

Saya berusia 24 tahun, tapi ketika mengingat masa SMP , SMA  seakan-akan itu baru saja terjadi. “Tidak terasa, ya?” Itulah bahasa kita yang sebenarnya sudah membuktikan perkataan Allah dan Rasulullah, Dunia sebentar uy.

Life must go on. Sebuah kalimat yang sering kita dengar. Ya, ketika dihadapkan dengan kesulitan hidup sering saya berkata terhadap diri sendiri “Hidup cuma bentar, hadepin aja tuh masalah. Ga kerasa lah mungkin“. Ketika saya iri dengan kehidupan orang yang terlihat “lebih baik“, ya bilang lagi “Hidup cuma bentar, ga usah dipikirin yang kita iriin. Ntar juga tu materi ga dibawa. Irilah saya orang yang lebih baik akhlaknya“. Ya, tak dipungkiri sulit saat memotivasi sendiri kala memang dalam kesulit an. Tapi ya daripada cuma menggerutu, kan?

Makanya cepet download ebooknya, InshaAllah barakah. Hehehe

Nak, Janjimu Itulah Yang Sangat Ibu Hargai

4 Komentar

Saya pernah menjadi seorang siswa, dan Alhamdulillah sekarang  menjadi seorang Guru. Ketika duduk di bangku kelas 2 SMA, saya memiliki seorang guru yang acapkali memulai ujian dengan menyuruh para muridnya untuk menulis sumpah di atas kertas ujiannnya. “Demi Allah Saya tidak akan menyontek“. Itulah kalimat yang bagi saya sangat menohok. Janji dengan Rabb kita.

Begitupun ketika saya duduk di bangku universitas. Seorang dosen menyuruh  untuk menulis siapa nama-nama yang duduk di samping kanan, kiri, depan, dan belakang, menulis janji “Saya berjanji tidak akan menyontek” kemudian tanda tangan. Dan janji tersebut masuk ke dalam penilaian oleh Dosen. Jika yang melanggar, tidak akan lulus matakuliahnya.

Itulah, sebuah janji antara kita dengan Rabb. Hanya sebagian kecil pertanggungjawaban kepada Guru atau Dosen. Sepenuhnya pertanggungjawaban hanya kepada Rabb.

Sekolah lulus dengan nilai besar namun diperoleh dari menyontek. Menyontek dari seseorang yang menjaga jawabannya, bukankah itu termasuk mengambil hak orang lain? Lulus dengan hasil bagus namun menyontek. Dari nilai lulus tersebut kita melanjutkan ke   sekolah lebih tinggi, kemudian melamar pekerjaan dengan hasil kelulusan sekolah tersebut. Bukankah itu menjadi sebuah keburukan yang terus menerus menurun?

Ya, bisa jadi itulah awal korupsi. Membiarkan berlarut-larut. Mengambil nilai dengan mencuri-curi waktu dari guru yang lengah. Menginginkan yang bagus dengan cara instan. Apa bedanya dengan korupsi, bukan? Wajar saja korupsi itu hal yang biasa, banyak dicaci, namun banyak pula yang melakukan.

Sekolah itu tempat peradaban sikap, bukan sekedar ilmu. Ketika mental-mental korupsi muncul dalam diri seseorang bukankah sekolah pun acapkali dikaitkan dengan perilakunya? Terlebih mengaitkan dengan tugas guru sebagai “pendidik”. Lalu apa yang saya lakukan sekarang sebagai seorang guru? Berbekal pengalaman yang minim. Mengajar 5 bulan di sekolah swasta sebagai guru honorer, dan pengalaman 1 tahun mengajar di pelosok Aceh sebagai guru kontrak mengajarkan saya secara langsung di lapangan. Saya kembali menerapkan apa yang pernah diterapkan oleh Guru dan Dosen saya. Setiap kali ujian tulis, saya menyuruh para murid untuk menulis “Demi Allah Saya Tidak Akan Menyontek“. Apa konsekuensinya bagi yang ketahuan? Langsung NOL, dan otomatis diakhir semester mereka-merekalah yang memiliki nilai di bawah ketuntasan. Murid yang tergolong pintar pun jika ketahuan menyontek, ya tidak lulus. Banyak yang protes, namun saya balik bertanya “Apakah kamu pernah menyontek saat ujian dengan ibu?“. Dia pun tersenyum malu.

Sering saya berkata, “Nak, ibu senang banget kalo kalian jujur. Lebih senang dibandingkan nilai kalian besar tapi nyontek. Lebih senang lagi  jujur dan  nilainya bagus, hehe. Tapi Janji kalian, sumpah kalian itu yang sangat ibu hargai.” Inilah salah satu cara saya sebagai pendidik untuk melawan korupsi agar tak berakar dan menjalar. Sebuah langkah sederhana yang semoga dapat berdampak besar pada mental para murid.

Jua, ketika berbicara pendidikan, kejujuran, dan agama saya teringat dengan tiga serangkai tokoh besar NU yang memiliki keteladanan khususnya dalam bidang pendidikan, salah satu bidang yang sangat penting dalam menempa mental, ilmu, dan tingkah laku. Yaitu,  KH. Hasyim Asy‘ari, K.H. Abdul Wahab Hasbullah, dan K.H. Bisri Syansuri. Tokoh-tokoh yang begitu semangatnya menerapkan pendidikan modern namun tetap memegang syari’at Islam bagi para umat muslim di  Indonesia. Itulah yang seharusnya terjadi sekarang. Mendirikan sekolah-sekolah yang dapat melahirkan jiwa santun, kuat, cerdas, jujur, dan amanah. Hingga lahirlah para cendikiawan yang anti korupsi.

Terakhir, bukan hanya dengan tindakan langsung dan ucapan untuk melawan korupsi. Kritikan tajam melalui media tulis seperti buku dan blog pun dapat dijadikan alat melawan korupsi, karena terkadang tulisan lebih tajam dari ucapan. Mungkin ini salah satu tujuan diadakannya lomba Blog oleh PPM Aswaja, mengupas tajam korupsi yang mengakar dan mengukuhkan kembali bahwa Muslim itu Anti Korupsi!

Website resmi Nahdlatul Ulama 

Info & belajar Islam terkini 

Sesosok Narapidana Menjadi Presiden, Lee Myung Bak

Tinggalkan komentar

Begitu terinspirasi untuk membuat artikel tentang Lee Myung Bak setelah membaca buku Notes from Qatar karya Muhammad Assad. Karena penasaran dengan Lee Myung Bak, akhirnya saya searching-searching siapa Lee Myung Bak?

Lee Myung Bak adalah Presiden Korea Selatan dari periode Februari 2008-2013. Tapi apa yang spesial dari Sesosok Lee Myung Bak?

Lee Myung Bak lahir di Osaka, Jepang tanggal 19 Desember 1946 merupakan seorang anak yang hidup di lingkungan keluarga miskin.

Pernah, di masa kecil, Lee terpaksa berkeliling menjajakan kue dan es. Ini tidak cukup. Keluarga Lee terpaksa makan ampas dari perusahaan pengolahan biji-bijian yang diproses untuk membuat minuman alkohol.

Bahan alkohol di makanan ampas itu membuat wajah Lee sering memerah. Pernah, gurunya menyangka ia adalah anak nakal yang candu alkohol. “Kemiskinan melilit keluarga kami hingga saya berusia 20 tahun,” kata Lee.

Sumber disini

Walaupun keadaan keluarga Lee seperti itu, tapi tidak menutup impian tinggi Lee. Karena otaknya yang encer, Lee mampu kuliah di perguruan tinggi di Korsel. Di samping kuliah, beliau menjadi tukang sapu jalan untuk biaya kuliah. Ketika duduk di bangku kuliah, Lee aktif di kegiatan kemahasiswaan. Akhirnya Lee ditangkap karena terlibat dalam demonstrasi anti pemerintah.

Selepas keluar dari penjara, Lee berniat untuk melamar pekerjaan di Hyundai. Namun pihak Hyundai tidak menerimanya karena Leemantan residifis. Karena hal tersebut, Lee mengirim  surat kepada Presiden Korea Selatan, dan Sekretaris Negara membacanya kemudian terharu. akhirnya beliau meminta pihak Hyundai untuk menerima Lee. Dan akhirnya Lee diterima, sebagai buruh.

Karena Lee mampu mengatasi para bandit di konstruksi Hyundai, dia mendapatkan kepercayaan dari pejabat tinggi Hyundai. Karirnya pun  melesat hingga menjadi CEO. Lee bekerja di Hyundai cukup lama, kemudian terjun ke ranah politik. Mulai dari anggota parlemen, walikota, hingga akhirnya menjadi seorang Presiden Korea Selatan.

Terlepas dari kontroversinya mengenai beberapa kasus, saya ambil saja sisi positif dari kehidupannya. Seorang anak miskin yang memakan “sampah” ampas alkohol karena saking sulit kehidupannya. Namun memiliki tekad kuat hingga membuat dirinya berprestasi, pernah dipenjara, mengirim surat kepada presiden pada masa itu, berkarir dari nol sebagai buruh, melesat sebagai CEO Hyundai, dan akhirnya terjun ke ranah politik.

Hebat, bukan? Setiap orang memiliki potensi yang sungguh luar biasa. Terkadang potensi itu muncul karena ada tekanan dan “paksaan” terlebih dahulu. Jadi, baik saya, kamu, dia, maupun mereka memiliki hal yang luar biasa untuk dieksplor. Jadi yuk, dorong lagi yang kuat motivasi jua usaha kita. Biarkan kembali cita-citamu 5cm mengambang di depan kening mu. Etdah :D *langsung berasa diingatkan*

Ayoo menyemangati seceria mungkin :P

Komunikasi Yang Baik, Ya Dari Orangtuanya Dulu

Tinggalkan komentar

Memiliki pengalaman buruk mengenai komunikasi membuat saya ketakutan saat berada dalam sebuah hubungan. Baik itu hubungan dengan teman, rekan kerja, dan utamanya dalam rumah tangga.

Komunikasi yang sangat buruk dalam sebuah keluarga. Itu yang saya rasakan terutama saat masa-masa kanak-kanak sampai remaja. Sebuah komunikasi yang seharusnya tidak layak itu terjadi antara ayah dan anak (salah satu contohnya). Bayangkan, saya lebih baik memilih untuk tidak berpapasan dengan ayah di jalan. Mengapa? Karena saya tak tahu harus berkata apa jika bertemu.

Rumah Tangga. Ya, itu salah satu tempat yang sensitif dengan masalah komunasi. Banyak masalah (katanya) yang muncul karena komunikasi yang tidak “baik”. Ini salah satu yang harus saya pelajari dan perhatikan. Komunikasi dalam sebuah rumah tangga. Tidak dipungkiri, setiap orang  pasti pernah mengalami miss communication yang berujung pertengkaran atau “riak-riak kecil” dalam sebuah rumah tangga.

Berkaca dari pengalaman saya sendiri, komunikasi antara anak dan orangtua. Saya jadi berpikir, jika tidak ingin anak saya mengalami hal  yang sama seperti saya, komunikasi yang pertama kali harus terjalin dengan baik adalah komunikasi antara kedua orangtuanya. Ya, saya dan suami saya.

Dalam banyak kasus, komunikasi lebih didominasi dalam betuk verbal, kata-kata. Konon berdasar penelitian di Amerika, mengutip M Fauzil Adhim,  waktu manusia di luar waktu tidur 70% digunakan untuk berkata-kata. Artinya bila dia mampu membangun kata-kata yang baik, dia telah menggunakan 70% waktunya untuk membangun kebaikan. Sebaliknya bila 70% itu digunakan untuk hal-hal yang jelek jelas dia sedang membuat kubangan untuk kegagalannya sendiri.

Kompas, 13 July 2013

Jika dari penelitian tersebut dikatakan bahwa komunikasi itu didominasi oleh verbal/kata-kata, berarti komunikasi memang seharusnya dibangun lebih banyak dengan verbal. Non sense jadinya jika komunikasi yang ada hanya dibangun oleh saling percaya saja, atau “tak apa saya tak mengatakan bahwa saya peduli, yang penting hati dan pikiran saya peduli, jadi tak perlu menanyakan kabar ataupun berkomunikasi“. Nah, memang orang yang dipedulikan tahu hati dan pikiran kita? Malah bukannya nantinya akan menimbulkan prasangka buruk. Niat kita seperti itu, tapi orang yang nangkap  maksudnya malah mengatakan “dia tidak peduli”

Masih bersangkutan dengan penelitian di atas. 70% digunakan untuk berkata-kata. Jika dimanfaatkan dengan baik, berarti membangun  kebaikan. Jika sebaliknya, ya hasilnya kegagalan komunikasi. Kalau ini kita ibaratkan misalnya, jika dalam kehidupan sehari-hari jarang berkomunikasi atau ngobrol atau bercakap-cakaplah dengan teman, rasanya kita sendiri tidak memiliki rasa akrab bukan? Merasa segan untuk dekat. Jika seperti ini, ya susah juga untuk curhat, misalnya. Namun bagaimana dalam kehidupan rumah tangga yang notabene hubungannya jauh lebih dari sekedar teman? Ya komunikasinya pun harus lebih dekat lagi dibandingkan teman, bukan?

Terkadang kita menganggap banyak cerita/hal sepele yang tak perlu dikomunikasikan/dibicarakan. Hal yang dikomunikasikannya mungkin sepele, tapi “komunikasi”nya itu sendiri bukan hal sepele. Jika kita lebih sreg/blak-blakan bercerita atau bercanda dengan teman daripada dengan suami/istri, apakah ada yang salah dengan relasi suami istri? Sepertinya iya.

Jadi inti dari tulisan ini apa? Hehe, sayapun tak tahu. Hanya mengungkapkan masalah-masalah komunikasi. Tapi semoga solusinya pun ada walaupun tersirat :P . Kalau saya sih untuk pelajaran sendiri mengenai komunikasi agar kelak ketika telah memiliki anak-anak, mereka melihat komunikasi orangtuanya yang harmonis dan merekapun mengikuti keharmonisan tersebut.

Laki-laki merasa ingin dihargai pasangannya, sedangkan wanita merasa ingin dibutuhkan pasangannya.

-Bu Rosa

Dari kalimat itu, saya sih beranggapan bahwa “merasa dihargai dan merasa dibutuhkan ” itu didapat dari komunikasi kedua belah pihak.

Yap, berkomunikasi itu penting berarti kan. Ayo komunikasi seceria mungkin, lho :D

Layar Laptop Acer Blank/Hitam

1 Komentar

Contoh Laptop Yang Kemarin Bermasalahnya

Baik, pengalaman ngatasin masalah laptop teman yang  bermasalah lagi. Laptop yang bermasalahnya ACER Aspire One AO756. Jadi laptop dia ketika dinyalakan masih muncul pemberitahuan ACER, tapi tidak masuk ke dalam Sistem Operasi nya (di sini menggunakan Windows 7). Nah Laptopnya itu langsung tidak memunculnya layar apa-apa alias kosong hitam. Hanya ada garis-garis gitu di bagian atas layar. Padahal lampu indikator menyala seperti biasa.

Jika gejala yang ditimbulkan seperti yang saya gambarkan di atas, silakan coba tekan F2 secara terus menerus (maksudnya tekan-tekan dalam tempo yang cepat –tek-tek-tek-tek-tek–dst) :D

Kalo yang saya cobain kemaren Alhamdulillah booting dan masuk ke SO seperti  biasa.

Ntah apa penyebabnya, kalo saya baca sekilas (soalnya bahasa Inggris), ada masalah boot harddisk nya. Mungkin juga iya.

Baik itu sedikit berbagi ilmu dari saya sore ini, terima kasih :D

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: