Beranda

Malaysia Menang, Tentu Sudah Itu Yang Terbaik Bagi Indonesia

4 Komentar

Semua-mua-mua peristiwa pasti sudah ada hikmah bagi siapapun. Baik yang lagi sedih akan kejadian itu, baik yang lagi senang. Itupun yang sekarang terjadi di pertandingan Final SEA GAMES 2011 antara Indonesia VS Malaysia. Ya, finally 1-1 in normal match time until 2 round of additional times. The last, penalty. 3-4 for Malaysia.

Ini hanya sebatas pendapat saya lho, hehe.

Mungkin kalau Indonesia kalah bukan disebabkan oleh usahanya yang buruk, tapi mungkin dari mental suporter yang “berlebih”. Apa maksud berlebih itu? GBK sudah dipenuhi sejak sebelum maghrib. Nah terus pertandingan sampai hampir pukul 10pm. Di situ, apa suporter udah pada sholat maghrib? :D . Ya mungkin ada sebagian yang di jama’ dengan sholat isya kali ya (urusan boleh atau tidak bolehnya sholat dijama’ dengan alasan itu ga tau juga sih :D . Lebih baik tanya ke ahlinya. Kalau setahu saya jama’ itu jika saat waktu sholat tiba dia sedang berpergian tapi kembali lagi tanya kepada ahlinya.

“Kalah sih kalah, tapi kenapa harus sama Malaysia lagi sih”. Mungkin mungkin lagi nih ya di sini Indonesia sedang diuji untuk jangan membenci sesuatu secara berlebihan. Nasionalisme boleh saja di kedepankan, namun ingat jangan sampai membenci berlebih apalagi sesama muslim :D

Kenapa bukan Indonesia yang menang? Mungkin Sang Pemilik Taqdir tahu, jika Indonesia menang akan muncul penyakit hati baik dari suporter maupun pemain maupun siapa aja itu. Contoh, bisa jadi suporter jadi malah jadi sombong atau berasa “paling” dari Malaysia.

Oke just think Husnudzan. May Allah Blesses Us with love. Be Humble Indonesia!

Jatuh Cinta, Aduh Mamah

2 Komentar

Oks, karena sekarang sedang melampiaskan kemalasan membaca algoritma pemograman

foto imajinasi murni lho. kalo ada kesamaan wajah merupakan hal yang sudah direkayasa Allah

Baca-baca twit Salim A Fillah subhanallah sekali, sekali sangat menguras otak untuk memahami.ckckckck

berikut kuliat tweet dari  Mang Salim, karena sayang kalo tweet itu hilang ditelan database tweet yang baru.

Saat Qabul & Ijab terucap, hujanpun rintik. Langit menangisi hilangnya 1 bidadari; turun ke bumi dampingi jihadku ini. {Kalimat Ba’da Akad}

Di depanku ratusan bidadari, gemerlapan bagai gemintang. Tapi kaulah matahari, hadirmu jadikan kilau mereka pudar menghilang. {Kala Berbagi}

Ada berjuta jatuh cinta; tapi padamu, aku memilih membangunnya, agar tersusun bata demi bata, jadi gedung asmara, tinggi menggapai surga.

Aku mencintaimu karena Allah, dengan cara yang diridhai Allah, dalam rangka mencari ridha Allah. {Selalu, Senantiasa}

Tiada yang abadi di dunia ini. Tapi jika alasanku mencintaimu adalah ALLAH; semoga Dia yang Maha Abadi merahmati; cinta tak henti bersemi.

Sebab bukan kecantikan jasadiahmu yang pertama memikatku, kau tak pernah kehilangan pesona di mataku. {Shalihah, Qanitah, Hafizhah}

Tentu saja, ada kalanya kita sengketa. Tapi kita selalu percaya, bahwa hubungan lebih berharga daripada situasi yang terjadi. Itulah cinta.

Allah menetapkan: aku pakaian bagimu, engkau pakaian bagiku. Saling menutupi, melindungi, menghangatkan, & menjelitakan. Bercahayalah taqwa.

Kita satu jiwa. Hanya sedang hinggap di jasad berbeda. Kita ini cermin satu sama lain; berkaca tiada henti, baikkan diri di hadapan Ilahi.

Dalam cinta sejati, kita tak pernah saling memiliki. Hanya saling dititipi. Lalu kelak ditanyai; adakah kebersamaan kita mensenyumkan bumi?

Mari kemari membaca dengan senang dan ceria agar eh agar otak tersenyum bahkan membuka mulut sehingga eh sehingga ilmu-ilmu pada masuk. Yu senyum ceria, hawk :D

ke ke ke tu tu tunggu ini lebih cocok dari para lelaki ke istrinya ya. Deuh ah.

Hidupkanlah Pendidikan. Bukan Hidup Dari Pendidikan

3 Komentar

Pengalaman pertama mengajar sebagai profesi. Whaw, cukup menyenangkan. Dengan siswa yang welcome pun juga recet namun sejauh ini masih bisa dikendalikan.

Pendidikan. Tertarik dengan kalimat “Hidup,hidupkanlah pendidikan. Bukan hidup dari pendidikan”. Mengajar disebuah sekolah kejuruan. Kejuruan TKJ yang notabene baru dibuka di sekolah itu. Mengajar murid yang bisa dikatakan ga jenius jenius amat. Mengajar murid yang dari sekian puluh hanya 2-3 orang yang memiliki komputer. Mengajar di sebuah sekolah yang masih terlalu minim fasilitasnya. Anggaplah untuk masuk lab pun harus berebut dengan kelas-kelas lain. Mengajar berharap ada proyektor pun tak ada. Mengajar murid yang jangankan bisa menyebutkan pengertian database, membedakan Windows XP dan Windows 7 pun masih kecimpungan apa itu.

Bertanya satu-satu alasan mereka masuk SMK TKJ ini, menarik ada yang sepakat bahwa karena untuk masuk sekolah ini biayanya murah. Murah, itulah yang sebagian kalangan beralasan masuk salah satu sekolah. Berbanding tentunya dengan fasilitas yang ada. Miris, ada tentunya. Mahal ya sekolah itu. Mahal yang untuk menikmati sekolah yang layak dengan segala fasilitasnya ada.

Melihat itu, tentu rasa cemas, takut, dan semangat muncul dalam diri saya. Bagaimana tanggung jawab saya membimbing mereka saat pembelajaran, apakah mengerti? Takut. Bagaimana nasib mereka setelah lulus, tentu adakan andil saya terutama mengenai ilmu yang mereka dapat selama sekolah? Cemas. Akhirnya, dari awal pertemuan saya katakan untuk

tolong jaga semangat kalian”. “tak peduli kalian tak punya komputer di rumah, tak peduli kalian memiliki fasilitas yang masih kurang di sekolah, tak peduli kalian tak tahu bagaimana cara kirim email, yang penting kalian mau belajar. Tolong

Siap bu

Jadi cukup menarik dengan semua tingkah laku mereka, semangat mereka, ah senang saya mendengarnya.

Eh, ingat lagi “hidupkanlah pendidikan. Bukan hidup dari pendidikan”. Hayu murid-murid hidupkan pendidikan. *weits gaya

 

This slideshow requires JavaScript.

Mengajar seceriaa mungkin :D

10 Things We Waste

Tinggalkan Komentar

Our Knowledge: Wasted by not taking action with it

Our Actions: Wasted by committing them without sincerity.

Our Wealth: Wasted by using on things that will not bring us ajr (reward from Allah). We waste our money, our status, our authority, on things which have no benefit in this life or in akhirah (hereafter).

Our Hearts: Wasted because they are empty from the love of Allah, and the feeling of longing to go to Him, and a feeling of peace and contentment. In it’s place, our hearts are filled with something or someoneelse.

Our Bodies: Wasted because we don’t use them in ibadah (worship) and service of Allah.

Our Love: Our emotional love is misdirected, not towards Allah, but towards something/someone else.

Our Time: Wasted, not used properly, to compensate for that which has passed, by doing what is righteous to make up for past deeds.

Our Intellect: Wasted on things that are not beneficial, that are detrimental to society and the individual, not in contemplation or reflection.

Our Service: Wasted in service of someone who will not bring us closer to Allah, or benefit in dunyaa

Our Dhikr (Remembrence of Allah) : Wasted, because it does not effect us or our hearts.

-Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah

Man Jadda Wajada

5 Komentar

Bismillah.

Baik, sudah lama tak posting tulisan baru. rinduu sebenarnya mengisi blog yang dulu sempat saya cita-citakan untuk menjadi blog yang berkualitas.

Postingan kali ini ingin menceritakan tentang rencana saya untuk menjadi seorang pebisnis. keuhahahahahahahahaha.

Sehingga suatu ketika muncullah percakapan dengan sang kawan:

kawan: “kamu gimana udah kerja?“.

Akyu: “engga dulu sekarang mau nyoba dulu bisnis ah masih penasaran nu mah

kawan: “ih kamu mah harusnya kerja dulu. baru udah gitu bisnis, kan punya pemasukan. kalo bisnis masih harus ngerintis

akyu: “hehehehe” -____- a

Sempat ada beberapa tawaran untuk bekerja yang bisa dikatakan fulltime . Tapi-tapi lagi-lagi berpikir gimana nih sebuah impian saya sendiri untuk buka usaha sendiri? Semakin sini ya mendinglah pihak keluarga mulai mendukung.

Kadang, sering terpengaruh perkataan orang yang mengatakan “ah ga akan laku atuh usaha itu mah”. Haha tak salah sih, yang akhirya sempat down. Tapi tapi bukankah “Man Jadda Wajada”? Biar, Allah yang mengatur rizqi makhluknya. Terpenting siapa yang bersungguh-sungguh akan sesuatu, dia akan mendapatkannya. InsyaAllah.

Sedikit sharing, pengalaman berbisnis usaha sendiri itu memberikan hal yang berbeda, tertantang menantang.

Ketika SD sekitar kelas 4-5 SD melihat orang-orang membeli buah yang di-es-kan. Langsung bilang “mah, mau jualan es buah“. Waw mamah akyu pun langsung senyum semangat. Dibuatkanlah kedongong es. Berkeliling RW 01 Lembang. Excellent!! Laku lho. Laku satu biji dari berapa puluh yaaa? ahahahaha

Ketika SD kelas 6 SD si ayah punya banyak pulpen. Yang dulu sering digosipkan narkoba dalam pulpen sehingga baunya harum. Wow laku baru ini mah. laku berapa lusin gitu yaaaa..? keubuahahaha. walaupun harus dikreditkan atau anak-anak ucul pada ngutang. Trus pernah juga jualan jam-jam anak-anak kecil.

Ketika SMA. sebenarnya tanpa sengaja sengaja amat itu-itu usaha. Pertama pernah jualan agar-agar untung 10000. Dan saat Kelas 3 SMA jualan minuman yoghurt. Mantap, setiap kali pergi ke sekolah bawa-bawa keresek gede berisi minuman yoghurt pesanan temans-temans

Nah saat masuk kuliah, mulai baru melihat kira-kira peluang yang ada. Dari jualan stiker nama *atas joinan bersama teman sma* makin sini mulai masuk merambah menjadi distributor pemesanan kaos. Gila mamen pokonya ini untungnya lumayan walopun sungguh usahanya kita agak pusing. Masuk kembali merambah usaha penjualan pulsa. Jikalau yang ini mah untung untuk beli pulsa lagi lah. Mulailah merambah mengikuti PMW UPI. Usaha kaos bersama temans-temans walau akhirnya yaaa kita pisah busah. Lagi

Rasulullah, Kau Merindukan Yang Belum Pernah Kau Temui

Tinggalkan Komentar

http://aba118.wordpress.com

Rasulullah penyayang terhadap orang yang pernah jumpa dengannya, jua merindukan tidak pernah berjumpa dengannya.

Suatu hari, ketika duduk bersama sahabat, tiba-tiba Rasulullah SAW berkata sambil memgang jenggotnya, “Alangkah rindunya aku untuk berjumpa dengan saudara-saudaraku

Para sahabat bertanya, “Bukankah kami ini saudara-saudaramu?

Kalian sahabat-sahabatku, dan aku mencintai kalian. Tetapi aku merindukan saudara-saudaraku.

Siapa mereka, ya Rasulullah?”

Saudara-saudaraku adalah orang-orang yang tidak hidup sezaman denganku, mereka yang tidak pernah berjumpa denganku, tapi mereka mencintaiku, membenarkanku, dan beriman kepadaku. Aku rindu kepada mereka, aku mencintai mereka.Sambil berkata demikian, air mata Rasulullah SAW menetes membasahi jenggotnya, dan para sahabat menundukkan wajahnya seraya ikut menangis.

Begitulah cintanya pada ummatnya, hingga saat maut pun ia berkata “Ummati, ummati, ummati” resah memikirkan nasib umatnya kelak.

source: Uswatun Hasanah -Hadad Alwi-

Terserah Tulisan Ini Jadi Apa

4 Komentar

Rating blog saya tinggi, padahal baru diisi akhir-akhir ini lho.

oh, minder lah saya mendengar kata-kata itu.

Salah satu bukti postingan kita laku dan bagus bisa diliat dari jumlah pengunjung juga.

makin makin makin minder.

Siapalah saya, apalagi blog saya.

Hanya sebatas oretan yang tak akan banyak yang baca.

Siapalah saya, apalagi ucapan saya.

Yang tak seperti mereka yang pandai sekali berkata-kata.

Pada awalnya, ya saya mengejar. Sangat mengejar yang namanya rating. Menulis apa yang orang sedang cari, menulis apa sedang hot.

Bagus, sangat bagus hal itu. Tak ada yang salah. Namun, sejujurnya membuat saya terkukung.

Saya ingin menceritakan apa yang ingin untuk dikatakan.

Saya ingin menceritakan apa yang butuh untuk dikatakan.

Keasyikan menulis ini, tanpa kekangan untuk menulis ini itu, membuat saya lebih bebas. Tak harus puitis bahkan “bahasa gua banget” pun saya suka. Terserah tulisan ini, itu jadi apa.

Pun jika tulisan itu sebuah “curhatan” saya. Tak mungkin saya tuliskan tanpa adanya hikmah, pelajaran.

Pun jika tulisan itu berbau candaan, ejaan yang formal, ejaan yang “sengeneh”, bahkan bahasan serius. Ingin bebas saya. Tentu dengan batasan yang saya yakini.

Saya nyaman menulis,

kejadian yang menjelma menjadi tulisan, untuk membuat sang penulis tak lupa.

tulisan yang menjelma kenangan nyata saat ia dibaca kembali di waktu yang beda.

tulisan yang menjelmakan rohnya untuk memberi motivasi baik saat menulis bahkan saat membacanya kembali.

menjadikan tulisan saya, untuk membuat saya semangat kembali.

Sajadah Panjang Untukmu

4 Komentar

“Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba”

Tergerak ingin menulis artikel ini setelah barusan mendengarkan Bimbo mendendangkan lagu Sajadah Panjang.

Ingat ini lah salah satu lagu favorit mamah dan ayah. Yang waktu kecil sering diputar dengan menggunakan tape. (download lagu disini)

Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
Di selingi sekedar interupsi


Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud dan lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
Mengingat Dikau sepenuhnya

Hey mah, yah this your favorite song. Me too

Sajadah, dulu sajadah yang paling sering digunakan kita sholat jama’ah adalah sajadah warna merah yang lebarnya mungkin cukup untuk saya yang masih kecil dan mamah yang masih kurus. Selain itu sajadah berwarna hijau, yang hanya cukup untuk mamah yang sudah mulai menggemuk. :D

Ayah sebagai imam seringnya menggunakan sajadah merah. saya dan mamah menggunakan sajadah yang berwarna hijau dibuat horizontal. Serta adik dan kakak saya menggunakan sajadah sedikit berwarna pink yang mulai lusuh, pun dihorizontalkan.

Di atas sajadah itupun kami mencium tangan kalian,

Di atas sajadah itupun kami diam mendengarkan wejangan kalian,

Dan di atas sajadah itupun kami dibimbing membaca Alquran.

Sajadah itu sepertinya iri melihat kita mah, yah, mpi, jal, de. :D

Nanti kami bawain sajadah yang lebih indah buat kita, mah, yah, mpi, jal, trus dede. Insya Allah.

Insya Allah ntar sambil senyum bawa sajadah indah itu, sambut kami dengan senyum juga ya.

Kami Anak-anakmu.

Sebelum Cahaya

Tinggalkan Komentar

sedang semangat menulis sepertinya harus segera disalurkan.

berawal dari sebuah keinginan hati mempublish audio mp3 di Tumblr punya saya, namun sedikit kebingungan apa kira-kira mp3 yang bagus untuk dijadikan pelajar.

teringat perkataan oleh salah seorang kaka kelas yang katanya banyak anak SMA yang dulu (pas lagu ini ngetop) suka lagu Sebelum Cahaya- Letto *download sini*. Berikut liriknya:

ku teringat hati yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

kekuatan hati yang berpegang janji
genggamlah tanganku cinta
ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
temani hatimu cinta

sekilas mirip lagu-lagu cinta pada umumnya, tapi ternyata tidak saudara-saudara..

berikut makna dari lagu dengan sedikit saya sisipkan pendapat saya:

ku teringat hati yang bertabur mimpi

menggambarkan seorang hamba yang terbangun dari mimpinya

kemana kau pergi cinta

seorang hamba yang pergi mengambil air wudhu


perjalanan sunyi engkau tempuh sendiri

sebuah perjalanan spiritual (Tahajud) seorang hamba ditemani Rabbnya


kuatkanlah hati cinta

meminta kepada Yang Maha Pemilik Cinta untuk dikuatkan dirinya


ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya

suasana pagi yang hening dan tenang saat di mana seorang hamba melakukan Qiamullail


ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

suasana pagi yang begitu menyejukkan hati pikiran, di mana merasakan sebuah pertemuan yang indah dengan Pemiliki Diri kita

kekuatan hati yang berpegang janji, genggamlah tanganku cinta

melakukan Qiamullail dengan keyakinan akan janjinya kepada Illah

ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri, temani hatimu cinta

Dialah Yang Maha Dekat  yang tak akan pernah meninggalkan hambaNya barang sepersekian detikpun

begitu indahnya Letto mengemas liriknya yang membuat kita merasakan indahnya dekat dengan Dirinya, Sang Khaliq. Yang membangun kuat hasrat kita untuk bangun malam menghadap Sang Pemilik Malam.

Bahkan pelajaran dari lagu pun begitu hebat

belajar seceria mungkin :D

Siapa yang Mendorong Saya?

Tinggalkan Komentar

cover setengah isi setengah kosong

Terinspirasi dari sebuah kisah yang ada di buku “Setengah Isi Setengah Kosong”. Kisah itu berjudul Siapa Yang Akan Mendorong Kita. Jadi seperti ini inti ceritanya,

Ada sebuah keluarga kaya raya yang sedang mengadakan sebuah pesta. Tujuan pesta tersebut adalah mencari jodoh untuk putrinya. Tak heran undangan yang datang adalah keluarga yang memiliki anak yang beranjak dewasa.

Sebagai penutup pesta, selain disuguhi tarian-tarian, sang tuan menyediakan kolam yang berisi ular berbisa dan buaya. Tuan rumah menantang para tamu untuk menyebrangi kolam tersebut. Siapa yang berhasil, dia diberi 3 opsi.

  1. 1. Menikah dengan putrinya dengan segala hak warisnya
  2. 2. Mendapatkan 100.000 hektak kelapa sawit yang sekarang akan panen
  3. 3. Mendapatkan uang tunai 100juta dan seperangkat perhiasan emas dan berlian.

Tantangan yang menggiurkan itu bertujuan menjaring calon-calon yang  berdedikasi tinggi terhadap keluarga.

Belum selesai tuan rumah memberi sambutan, tiba-tiba terdengar bunyi ceburan air yang cukup keras dan disusul gerakan yang begitu cepat sepanjang kolam.semua terpaku dan kagum melihat pemuda itu. Akhirnya orang tersebut  sampai ke tepi kolam, ternyata dia seorang pemuda berumur 28 tahun cukup ganteng dengan penuh goresan di tubuh. Kemudian pemuda itu ditanya mau memilih opsi mana. Namun pemuda itu menggelengkan kepala. Kemudian pemuda itu ditanya kembali “lalu apa yang kamu inginkan?”, sang pemuda menjawab sambil terengah-engah, “Saya hanya ingin tau, siapa yang telah mendorong saya tadi?”

Banyak hikmah bukan dari cerita itu? Apakah pernah kita mengalami hal yang hampir sama seperti itu? Melakukan sebuah pekerjaan yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan. Melakukan pekerjaan yang kita anggap kita tak bisa.

Pemuda tadi dapat melakukan itu karena ada dorongan dari seseorang. Dia mampu bergerak cepat karena merasa ada ancaman dari ular berbisa dan buaya. Terkadang sebelum melakukan suatu aktivitas kita selalu merasa tidak bisa sebelum mencoba, padahal di balik itu ada kekuatan yang  begitu besar dalam diri jika ada sebuah dorongan. Dalam setiap aktivitas kita harus selalu semangat dan gesit layaknya ada sebuah ancaman sedang mendekat. Ancaman itu adalah waktu yang terus berlalu, waktu yang terbuang sia-sia.

Ada sebuah kalimat yang menarik di dalam buku itu, “seorang profesional tidak hanya tahu dan ahli terhadap  sesuatu, melainkan juga seseorang  yang dapat melakukan pekerjaan terbaiknya saat dia merasa tidak ingin melakukannya.”

Kata-kata itu bener-bener nusuk juga bagi saya, hehe. Terkadang saya jenuh jika harus terus bergelut dengan penatnya kegiatan organisasi. Tapi ada sebuah dorongan yang membuat saya  melakukan pekerjaan terbaik, yaitu tujuan awal saya untuk bermanfaat bagi yang lain. Jadi, tak ada alasan untuk tidak berbuat sebaik mungkin. Hehe, SEMANGAT!

Oya sebenernya masih banyak banget kisah-kisah inspiratif di buku ini, nyesel kalo ga baca. hehe

ayoo belajar seceria mungkin.. :D

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.