Beranda

Tidak Dapat Mengatur Arah Gradient (Rotate) di Adobe Illustrator

Tinggalkan komentar

Sekarang adalagi permasalahan di Adobe Illustrator. Sebelumnya terimakasih kepada siswa yang tanpa sengaja otak atik, sehingga membuat gurunya belajar lagi karena error yang disebabkan :D

Pernah mengalami arah gradient di Adobe Illustrator? Seperti gambar di bawah ini

gambar3

agar gradient tool nya dapat digunakan kembali, hanya tinggal tekan x (huruf x), taraa gradient tool pun dapat di rotate lagi😀

Semoga bermanfaat, berbagi dan belajar seceria mungkin😀

Objek Tidak Dapat Diubah Ukuran Atau Skala Menggunakan Selection Tool

Tinggalkan komentar

Pernah mengalami sebuah objek tidak dapat diatur skalanya menggunakan selection tool (V)? Akhinya harus mengisi ukuran sendiri. Tentu dengan mengisi ukuran sendiri  membuat pekerjaan semakin ribet bukan?

Nah begini contoh penampakan “error” nya.

gambar1

Sebenarnya tidak error, berikut caranya:

1. Pilih menu View

2. pilih Show Bounding Box

gambar2

3. taraa hasilnya kembali seperti semula

gambar 1.1

inilah yang diharapkan, kembali seperti semula😀

Nah, mengapa tidak bisa skala objek menggunakan selection tool karena mungkin tanpa sengaja menyembunyikan bounding box untuk mengedit ukuran.

Atau shortcut nya Shift+Ctrl+B

Selesai, semoga bermanfaat. Berbagi dan belajar seceria mungkin😀

-Promosi- Clodi Baby Land (Popok Cuci)

Tinggalkan komentar

Maaf mengganggu kenyamanan pembaca karena saya membuat postingan produk yang saya jual. Saya ingin menawarkan CLoth Diaper atau disingkat Clodi. Clodi adalah popok cuci yang dapat dipergunakan kembali untuk buah hati kita.

Kelebihan dari Clodi adalah kita dapat semakin irit dalam pembelian popok sekali pakai. Namun kekurangannya memang kita harus merogoh kocek lebih dalam untuk pembelian pertama.

Clodi terdiri dari cover pocket, insert, dan ada tambahan liner. Cover pocket berfungsi sebagai celana untuk menyimpan insertnya. Insert seperti handuk yang menyerap kencingnya. Liner untuk menampung BAB anak.

clodi

Cover tampak dalam dan 2 insert

 

liner

Liner yang berwarna biru untuk menampung BAB

Cara pemakaiannya cukup mudah. Pertama masukkan insert ke dalam pocket cover clodi, kemudian tempatkan liner di atas covernya.

Cara pemakaian clodi

Cara pemakaian clodi

Adanya kancing pada clodi diperuntukkan untuk mengatur size/ukuran clodi mulai dari S sampai XL sesuai dengan berat anak. Inilah yang membuat clodi lebih irit.

Salah satu merek dari clodi adalah BabyLand. Saya menjual Clodi merek Babyland dengan 2 insert microfiber. Berikut penampakannya:

1460011840778

-Update 7 April 14:16-

Stok kosong no.6, 7

Untuk pemesanan bisa menghubungi :

WA/SMS : 085720582969
line: enuazizah
BBM : 545B71E6

 

Contoh Desain Kartun Islami Untuk Kaos Anak

Tinggalkan komentar

Sudah lama tidak posting, hehe. Tapi ini sekalinya posting mau promosi hehe.

Baik, kali ini saya ingin membuka jasa pembuatan desain kaos khususnya untuk anak-anak. Mungkin jika waktunya lebih luang bisa juga untuk desain baju dewasa.

Sekarang sedang booming dengan kaos bertemakan islami dengan berbagai macam karakter kartun.

berikut beberapa contoh gambar kartun yang sudah saya buat

 

Untuk pemesanan gambar atau tanya2 dapat melalui WA (085720582969) BBM: 545B71E6

Ayo mendesain seceria mungkin😀

belajar seceria mungkin:D

Cara Menghilangkan Perspective Grid Di Adobe Illustrator

4 Komentar

pernah mengalami saat mendesain di Illustrator kemudian tanpa sengaja ke klik perspective grid seperti gambar di bawah ini?

 

gambar1

klik kembali perspective grid tools nya masih saja ada. Mungkin ada yang merasa terganggu dengan adanya bentuk seperti di atas.

Baik, cara mengatasinya adalah :

  1. Pilih menu view
Menu view

Menu view

2. Pilih Perspective Grid > Hide Grid

gambar1

Atau secara cepatnya tekan SHIFT+CTRL+I untuk menghilangkan perspective grid.

Semoga membantu rekan sekalian yang sedang mencari tutorial ini😀

 

Bekerja Bukan Sarana Menyombongkan Diri

Tinggalkan komentar

http://impianclub.com

dapet artikel ini di grup WA, jadi saya posting saja di blog

From Allah to Allah: Rezeki Itu Milik Allah

by Leila Hana

“Saya nggak mau jadi ibu rumah tangga saja. Kalau suami meninggal atau kita bercerai, gimana? Siapa yang kasih makan saya dan anak-anak? Istri itu harus mandiri finansial supaya bisa punya uang untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa dengan suami.”

Seketika, kalimat itu buyar kala saya berhadapan dengan seorang wanita berusia 47 tahun yang datang ke rumah saya untuk mengisi pengajian. Wanita bersahaja itu datang jauh-jauh, cukup jauh dari komplek perumahan tempat tinggal saya, untuk memberi pengajian secara gratis. Ingat, gratis lho…. Nggak ada bayaran sepeser pun kecuali sajian makan siang yang saya berikan. Dia datang untuk menggantikan guru ngaji saya yang berhalangan. Sambil menunggu teman-teman lain, kami ngobrol-ngobrol.

“Coba tebak, anak saya berapa, Bu?” tanyanya, ketika kami sedang ngobrol soal anak-anak. Saya sedikit mengeluhkan kondisi rumah yang berantakan karena anak-anak nggak bisa diam, lalu dia memaklumkan. Namanya juga anak-anak. Dia sudah berpengalaman karena anaknya lebih banyak dari saya.

“Ehm… empat?” (pikir saya, paling-paling cuma selisih satu).

“Masih jauh….”

“Tujuh….”

“Kurang… yang benar, delapan.”

Mata saya membelalak. Masya Allah! DELAPAN?!

“Itu masih kurang, Bu. Ustazah Yoyoh (almarhumah Yoyoh Yusroh, mantan anggota DPR) saja anaknya 13. Jadi, saya ini belum ada apa-apanya,” katanya, merendah.

Setelah itu, mengalirlah cerita-ceritanya mengenai anak-anaknya sampai teman-teman saya datang dan acara mengaji pun dimulai. Di sela pengajian, wanita itu bercerita mengenai keluarganya. Dari situ saya baru tahu kalau suaminya sudah meninggal dunia! Meninggal karena kecelakaan motor, meninggalkan istri dan delapan anak, yang terkecil berusia 2,5 tahun dan sang istri, ya… wanita itu… seorang IBU RUMAH TANGGA.

Ibu rumah tangga di sini maksudnya nggak kerja kantoran, tapi juga bukan pengangguran. Beliau aktif mengisi pengajian. Lalu, bagaimana kehidupannya setelah suaminya meninggal? Beliau nggak punya gaji, nggak kerja kantoran. Coba, gimana? Apa beliau lalu sengsara dan anak-anaknya putus sekolah? No. no, no….

Kalau saya mengingat kalimat pembuka di atas kok kayaknya mustahil ya seorang ibu yang nggak bekerja dan suaminya meninggal dunia, bisa bertahan hidup dengan delapan anak dan anak-anaknya bisa tetap kuliah. Mustahil itu… NGGAK MUNGKIN!

“Bagi Allah, nggak ada yang nggak mungkin, Bu. Asal kita percaya sama Allah. Allah yang kasih rezeki, kan? Percaya saja sama Allah. Saya cuma yakin bahwa semua yang saya dapatkan selama ini adalah karena kebaikan-kebaikan saya dan suami semasa hidup. Saya cuma berbagi pengalaman ya, Bu, bukan mau riya. Memang, suami saya dulu itu orangnya pemurah. Kalau ada yang minta bantuan, dia akan kasih walaupun dia uangnya pas-pasan. Alhamdulillah, Allah kasih ganti. Sewaktu suami masih hidup, kami hidup sederhana. Rezeki suami itu dibagi ke orang-orang juga, padahal anak kami ada delapan. Suami nggak takut kekurangan…..”

Kami menahan napas…..

“Hingga suami saya meninggal dunia… uang duka yang kami dapatkan itu… Masya Allah… jumlahnya 100 juta. Padahal, suami saya itu biasa-biasa saja, bukan orang penting. Uang itu langsung dibuat biaya pemakaman, tabungan pendidikan anak, dan sisanya renovasi rumah yang mau ambruk.”

Dengar uang 100 juta dari uang duka saja, saya sudah kagum.

“Saat renovasi rumah, saya serahkan saja ke tukangnya. Dia bilang, uangnya kurang. Saya lillahi ta’ala saja. Yang penting atap rumah nggak ambruk, karena memang kondisinya sudah memprihatinkan. Khawatirnya anak-anak ketimpa atap…..”

Saya membayangkan, keajaiban apa lagi yang didapatkan oleh wanita itu?

“Nggak disangka. Begitu orang-orang tau kalau saya sedang renovasi rumah, mereka menyumbang. Bukan ratusan ribu, tapi puluhan juta! Sampai terkumpul 100 juta lagi dan rumah saya seperti bisa dilihat sekarang…. Sampai hari ini, saya masih dapat transferan uang dari mana-mana, Bu-Ibu. Saya nggak tau dari siapa aja karena mereka nggak bilang. Saya juga udah nggak pernah beli beras lagi sejak suami meninggal. Selalu ada yang kasih beras.”

Duh, nggak bisa nahan airmata deh jadinya….

Apa rahasianya?

“Berbuat baik kepada siapa saja, sekecil apa pun. Insya Allah ada balasannya. Rezeki itu milik Allah. Kalau Allah berkehendak, Dia akan kasih dari mana pun asalnya….” tutupnya.

Rezeki itu milik Allah, siapa pun tidak boleh takabur. Bekerja bukanlah sarana menyombongkan diri bahwa hidup kita bakal terjamin karena bekerja. Yang menjamin hidup kita adalah Allah. Bekerja diniatkan untuk ibadah.

Pembuka rezeki bisa datang dari mana saja, salah satunya dari berbuat kebaikan sekecil apa pun.

Ucapan, “Kalau suami meninggal atau bercerai, siapa yang kasih makan saya dan anak-anak?” itu sama saja dengan syirik, atau menduakan Allah.

Menganggap diri kita super, dengan kita bekerja, maka rezeki terjamin. Padahal, Allah yang kasih rezeki. Jika dulu Allah kasih rezeki melalui suami, besok Allah kasih lewat jalan lain. From Allah to Allah

Modul Tutorial Adobe Illustrator untuk Pemula

Tinggalkan komentar

Baik, kali ini saya akan mempostingkan modul tutorial adobe illustrator.

Setidaknya dengan mengikuti beberapa praktek dalam modul ini, Anda dapat membuat cover seperti di bawah ini bahkan lebih hebat😀

cover modul tutorial

cover modul tutorial

silakan download modulnya di sini.

Older Entries

%d blogger menyukai ini: