sering temen2 atau tiap ikutan acara motivasi dikasi tau untuk menulis 100 impian. Tapi ta pernah dihiraukan sedikitpun. Naha bisa? nahanya, ya mungkin karena impian itu belum jelas, samar dan cuma impian sesaat yang tak perlu di tulis dan langsung dilakukan.

Terinsipirasi ketika pas menginginkan hal itu. Dulu pernah dikasih tau ketika kita meminta suatu hal kepada Allah, sebutkan alasan-alasan kamu mengapa menginginkan hal itu. Walaupun Dia tau apa alasanmu, tapi dengan menyebutkan alasanmu itu, kamu akan lebih mengerti apa yang kamu minta. Apakah hanya sekedar menginginkannya atau benar-benar membutuhkannya. Layaknya ketika kamu hanya merengek ingin sesuatu kepada orang tua dibandingkan dengan berbicara sopan sampil menyebutkan alasannya, orangtua akan lebih respect mana?

dari perkataan itulah, ketika meminta hal itu kepada Allah sayapun harus menjabarkan apa alasan saya menginginkan hal itu. Dan ternyata apa alasannya itu adalah impian selanjutnya yang harus dicapai ketika hal itu telah tercapai.

Dari situ langsung ngambil kertas A4 dan pulpen seminar kit dari seminar teaching simulator. Oh ternyata merancang impian itu harus menggali-gali dulu. Tapi dari situ kita tau apa yang kita inginkan, dan akan semakin tersadar waktu yang selama ini dinikmati terbuang sia-sia tanpa impian.sampai sekarang baru tertulis 47 impian, dan harus 100 impian, dan pastinya harus tercapai semua.

Layaknya seorang arsitektur yang merancang struktur suatu bangunan yang kemudian akan merancang apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan bangunan itu.

Layaknya seorang sistem analis yang merancang SRS untuk membuat suatu software yang kemudian merancang bagaimana teknis untuk menciptakan software itu.

Layaknya seorang penulis skenario yang menulis naskah untuk mewujudkan sebuah cerita yang sistematis.

Dan layaknya kita sebagai perancang dan pelaku di kehidupan kita sendiri. Merancang apa yang diimpikan, mewujudkan apa yang diimpikan, dan mencontreng apa yang telah terwujud (bagian ini lah ang paling membanggakan.)

huaaa serasa sedih, pas nulis 100 impan itu. Impian yang bukanhanya buat diri sendiri, tapi juga orang-orang yang disayang dan  persembahan buat orang-orang yang disayang pula.

Walaupun secara pikiran pribadi apa yang diimpikan itu ga akan terwujud, tapi pikiran Allah luas bukan? Di luar jangkauan kita, jadi tak ada yang tak mungkin. “inna ma’al usri yusro”, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Mengapa susah-susah membuat 100 bahkan 1000 angsa kertas untuk emwujudkan 1 permintaan kita, jika ada 100 impian yang dapat dijalankan dengan 1 jalan yang luas bercabang untuk mecapai banyak hal.

Saya bisaaaaa..

Jika dunia berakhir besok, apa yang saya sesali?

Jika 100 impian itu belum terwujud.

Ganbatte.