cover setengah isi setengah kosong

Terinspirasi dari sebuah kisah yang ada di buku “Setengah Isi Setengah Kosong”. Kisah itu berjudul Siapa Yang Akan Mendorong Kita. Jadi seperti ini inti ceritanya,

Ada sebuah keluarga kaya raya yang sedang mengadakan sebuah pesta. Tujuan pesta tersebut adalah mencari jodoh untuk putrinya. Tak heran undangan yang datang adalah keluarga yang memiliki anak yang beranjak dewasa.

Sebagai penutup pesta, selain disuguhi tarian-tarian, sang tuan menyediakan kolam yang berisi ular berbisa dan buaya. Tuan rumah menantang para tamu untuk menyebrangi kolam tersebut. Siapa yang berhasil, dia diberi 3 opsi.

  1. 1. Menikah dengan putrinya dengan segala hak warisnya
  2. 2. Mendapatkan 100.000 hektak kelapa sawit yang sekarang akan panen
  3. 3. Mendapatkan uang tunai 100juta dan seperangkat perhiasan emas dan berlian.

Tantangan yang menggiurkan itu bertujuan menjaring calon-calon yang  berdedikasi tinggi terhadap keluarga.

Belum selesai tuan rumah memberi sambutan, tiba-tiba terdengar bunyi ceburan air yang cukup keras dan disusul gerakan yang begitu cepat sepanjang kolam.semua terpaku dan kagum melihat pemuda itu. Akhirnya orang tersebut  sampai ke tepi kolam, ternyata dia seorang pemuda berumur 28 tahun cukup ganteng dengan penuh goresan di tubuh. Kemudian pemuda itu ditanya mau memilih opsi mana. Namun pemuda itu menggelengkan kepala. Kemudian pemuda itu ditanya kembali “lalu apa yang kamu inginkan?”, sang pemuda menjawab sambil terengah-engah, “Saya hanya ingin tau, siapa yang telah mendorong saya tadi?”

Banyak hikmah bukan dari cerita itu? Apakah pernah kita mengalami hal yang hampir sama seperti itu? Melakukan sebuah pekerjaan yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan. Melakukan pekerjaan yang kita anggap kita tak bisa.

Pemuda tadi dapat melakukan itu karena ada dorongan dari seseorang. Dia mampu bergerak cepat karena merasa ada ancaman dari ular berbisa dan buaya. Terkadang sebelum melakukan suatu aktivitas kita selalu merasa tidak bisa sebelum mencoba, padahal di balik itu ada kekuatan yang  begitu besar dalam diri jika ada sebuah dorongan. Dalam setiap aktivitas kita harus selalu semangat dan gesit layaknya ada sebuah ancaman sedang mendekat. Ancaman itu adalah waktu yang terus berlalu, waktu yang terbuang sia-sia.

Ada sebuah kalimat yang menarik di dalam buku itu, “seorang profesional tidak hanya tahu dan ahli terhadap  sesuatu, melainkan juga seseorang  yang dapat melakukan pekerjaan terbaiknya saat dia merasa tidak ingin melakukannya.”

Kata-kata itu bener-bener nusuk juga bagi saya, hehe. Terkadang saya jenuh jika harus terus bergelut dengan penatnya kegiatan organisasi. Tapi ada sebuah dorongan yang membuat saya  melakukan pekerjaan terbaik, yaitu tujuan awal saya untuk bermanfaat bagi yang lain. Jadi, tak ada alasan untuk tidak berbuat sebaik mungkin. Hehe, SEMANGAT!

Oya sebenernya masih banyak banget kisah-kisah inspiratif di buku ini, nyesel kalo ga baca. hehe

ayoo belajar seceria mungkin..😀