Dari kemarin mungkin inilah yang paling dan paling merontokkan mahkota keindahan seseorang tentang komitmennya halah naon sih.

Seharian kemarin merupakan hari di mana semua orang bertindak oh seenaknya. Entah itu hanya sebatas sugesti saja.

Saya merupakan angkoters sejati. Jadi seluruh ketelatan dan kecepatan sampai tujuan bukan hanya dari faktor pribadi, tapi juga angkotnya. Ketika saya terburu-buru ingin cepat sampai kampus, oh hey ngapain itu ada mobil nyalain sirine? Uye, ternyata sesosok polisi dengan menterengnya memasuki daerah terlarang, alias melalui jalur yang berlainan. Saya maklum jika memang ada tugas yang mendesak , eh bagaimana jika sang polisi yang di dalam pun terlihat sedang merokok dan santai. Apakah raut wajah mereka emang dari brojol terlihat santai walaupun ada tugas penting? Atau emang dalam keadaan santai? Baiklah, angkot pun mengalah diam terlebih dahulu untuk mendahulukan kepentingan mereka. TAPI, apa dapat menjamin bahwa kita sedang tidak dalam keadaan digurunggusuh ama tugas yang jauh lebih penting? Huah.

Mereka ingin dihargai, dan tolong kamipun ingin dihargai. Jika tak begitu penting, tolong MATIKAN SIRINE dan tingkah SEENAKNYA. (no offense)

Tak sampai di sana. Seseorang yang berkata tidak boleh telat barang 10 menit pun karena waktu dia begitu padat, tapi mengapa kita harus selalu menunggu selama 2 jam? Apakah waktu kita tak berharga? Derajat pekerjaan kita mungkin berbeda. Tapi tolong hargai waktu kami. Banyak yang mengeluh telah melewatkan acara ini lah itu lah untuk menghadiri acara pengaretan ini.

Mungkin hanya orang bodoh yang tak menghargai waktunya sendiri. Jadi bantu kami untuk menghargai waktu kami.

Bukan untuk menjelek-jelekan, hanya sebuah pelajaran untuk membuat kita lebih baik. Saya, Anda, dan Mereka tak ada yang sempurna.