Kadang saat tugas yang bingung untuk dikerjakan, pilihan saya langsung menulis atau gambar atau lainnya, hehe

Ada sebuah hal menarik  yang mungkin sudah banyak yang tahu, tapi sekarang diibaratkan gelas kosong yang siap diisi saja ya (beuh apaan)

Baik, tak asing bagi kita dengan vocabulary english moslem dan mosque. Moslem=muslim dan mosque=masjid. Itulah arti yang selama ini kita kenal. AKAN TETAPI menarik ketika membaca buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim (Pengarang Salim A Fillah) saat membahas tentang arti kedua kata tersebut.

Menarik istilah mosque yang berarti masjid. Ejekan zaman Reconquesta menyebut masjid sebagai mosque yang merupakan hunian bagi mosquito alias sarang nyamuk.

Moslem, menurut Salim jangan pernah mengambil definisi moslem dari buku Psikologi dunia Victor E. Frankl. Mengapa? Karena Frankl, Yahudi Austria yang survive dari kamp konsentrasi menyebut rekan-rekannya sesama tawanan yang tidak bisa survive di kamp sebagai moslem. moslem menurut Frankl adalah mereka yang tidak lagi memancarkan semangat untuk hidup, putus asa, lemah, dan siap untuk dimasukkan ke kamar gas.

Benarkan seorang muslim bersifat seperti yang disebutkan Frankl? Padahal faktanya para penghuni kamp konsentrasi yang terdiri dari muslim Balkan jauh lebih tanggung daripada para Yahudi Eropa.

Muslim, bukanlah yang mudah berputus asa. Dia berani, kuat, dan tangguh. Seperti halnya seorang Zidane yang berani mempertaruhkan akhir karir gemilangnya demi kehormatan ibu dan agamanya.

Dan tak ada ragu bagi kita untuk mengatakan “Saya seorang Muslim”.

Terus belajar dari setiap buku yang dibaca, dan belajar seceria mungkin😀