udah lama ga ngeblog, hiks rindu

Saya disuruh menggambarkan sebuah pohon, atas rujukan oleh salah satu teman saya yang mempromosikan kalau saya ini pintar gambar. Padahal biasa saja kalau saya tidak terlalu mahir gambar *salah satu trik rating naik,hehe*

Langsung aja, seperti inilah gambar pohon itu.

Yippi, ternyata menurut teman saya dilihat dari gambar pohon itu, saya adalah orang yang:

  • Pengaruh masa lalu cenderung dominan

Ini dilihat dari pohon yang digambar berada di sebelah kiri dan tidak memanfaatkan space lain yang tersisa. Padahal mungkin aja bakal gambar “segebleg” kertas.

  • Masih ada sisi kekanak-kanakan

Terlihat dari gambar akar yang cukup jelas. Padahal jika secara logika akar itu tak terlihat soalnya aja di dalam tanah. Anak-anak masih berpikir secara konkrit bukan.

Ya, kekanak-kanakan, sangat terasa jiwa kekanak-kanakan itu menyelubungi, menyelimuti, membungkus, mengikat, melekat, dan menyangga *apaa?* diri ini. Seaakan perisai diri *jadi inget sesuatu* yang terkesan bagi saya adalah kekanak-kanakan

  • Lumayan Narsis

Nah kalo yang ini ditunjukkan dengan adanya gambar-gambar daun yang terlihat dan cukup banyak.

Jika masalah narsis, sejujurnya bukan masalah foto *walaupun terkadang kalau ada yang foto pengen ikutan, gmw jd yang ngambil foto hehe*. Ya merupakan orang yang tidak terlalu suka foto sendiri difotoin ma orang lain dengan gaya yang kata orang manis. Woh ndak suka kecuali kepaksa. Haha.

Narsisnya mungkin lebih ke hal ucapan, hehe.

  • Punya perencanaan yang matang

Akhirnya ada sisi positif yang dikemukakan nih, haha. Kalau ini dilihat dai bentuk proporsional pohon yang seimbang antara kanan dan kirinya.

Jika boleh narsis, ya lumayan lah perencanaan hidup yang tertulis secara tersirat dan tersurat. Haha

Namun dari semua pernyataan di atas yang membuat saya tertarik adalah point pertama. Masa lalu begitu dominan dalam hidup.

Exactly, seakan-akan tunggangan untuk berpikir dan tujuan itu adalah masalalu. Berandai-andai dan melankolis. Berandai-andai jika saya tak memilih itu, berandai-andai jika dia masih hidup, berandai-andai. Yang saya lakukan sekaligus yang tak saya suka. Melankolis ingat jaman dulu. Teriris, yang membuat saya menangis adalah kebiasaan yang tak saya sukai-s*

Itu pohon saya, bagaimana pohonmu?

selalu mengambil pelajaran di manapun.

belajar seceria mungkin