Sekarang, 23 Juli 2010

Menangis meraung entah mau apa. Orang-orang tertawa melihat dia menangis. Tak jelas maunya apa. Dipaksa untuk makan sesuatu yang belum pernah ia coba. Seakan orang di sekeliling egois membawa dia kemanapun. Dia diam tak beranjak dari tempatnya. Mungkin dia hanya diam saja karena orang-orang itulah yang telah membebaskan dia dari tempat pengap dan gelap serta penuh darah. Mengerikan!

Dialah seorang Putri Qadafi, Aqila Eshal Qadafi. Yang dari namanya pun dapat dipastikan dia adalah anak dari Ahmad Qadafi, kakak nu hehe. Hem, semua orang senang tak luput nu pun ikut senanglah. Tapi, nda tau kenapa juga tah mendengar dia menangis, nu tak luput ingin menangis. Ada salah satu pihak kakek neneknya tak melihat dia menangis. Heu

“ayeuna mah kedah nganggo kerudung ameh anakna ge nurutan” *, ujar kaka nu ke istrinya. Ya, kakak ipar nu yang notabene masih belum memakai kerudung dengan “pas”. Owh mpi, nu sebagai adik senang sangat senang, adikmu berkata kau mulai lebih dewasa jauh jauh dibanding saat sebelum kau menikah. Sebagai adik, salam salut padamu kakanda.

Selamat datang wahai kau bayi mungil, seorang manusia yang tak akan ingat saat membuat perjanjian denganNya ketika berada di dalam rahim.

Bahkan pembelajaranpun ada pada diri seorang bayi, yang dapat mengubah seseorang yang egois menjadi dewasa.

note:

*ayeuna mah kedah nganggo kerudung ameh anakna ge nurutan=sekarang mah harus pake kerudung supaya anaknya juga ngikutin