Rating blog saya tinggi, padahal baru diisi akhir-akhir ini lho.

oh, minder lah saya mendengar kata-kata itu.

Salah satu bukti postingan kita laku dan bagus bisa diliat dari jumlah pengunjung juga.

makin makin makin minder.

Siapalah saya, apalagi blog saya.

Hanya sebatas oretan yang tak akan banyak yang baca.

Siapalah saya, apalagi ucapan saya.

Yang tak seperti mereka yang pandai sekali berkata-kata.

Pada awalnya, ya saya mengejar. Sangat mengejar yang namanya rating. Menulis apa yang orang sedang cari, menulis apa sedang hot.

Bagus, sangat bagus hal itu. Tak ada yang salah. Namun, sejujurnya membuat saya terkukung.

Saya ingin menceritakan apa yang ingin untuk dikatakan.

Saya ingin menceritakan apa yang butuh untuk dikatakan.

Keasyikan menulis ini, tanpa kekangan untuk menulis ini itu, membuat saya lebih bebas. Tak harus puitis bahkan “bahasa gua banget” pun saya suka. Terserah tulisan ini, itu jadi apa.

Pun jika tulisan itu sebuah “curhatan” saya. Tak mungkin saya tuliskan tanpa adanya hikmah, pelajaran.

Pun jika tulisan itu berbau candaan, ejaan yang formal, ejaan yang “sengeneh”, bahkan bahasan serius. Ingin bebas saya. Tentu dengan batasan yang saya yakini.

Saya nyaman menulis,

kejadian yang menjelma menjadi tulisan, untuk membuat sang penulis tak lupa.

tulisan yang menjelma kenangan nyata saat ia dibaca kembali di waktu yang beda.

tulisan yang menjelmakan rohnya untuk memberi motivasi baik saat menulis bahkan saat membacanya kembali.

menjadikan tulisan saya, untuk membuat saya semangat kembali.