Alkisah,  mendengarlah sebuah percakapan antara teman saya isil dan ucy tentang rencana merka mengikuti organisasi AKSARA. Ya, sebuah organisasi yang berbasecam di Salman ITB. Sebuah organisasi tulis menulis lah.

Kemudian, saya antara tertarik dan tidak nih untuk masuk. Ya seengganya saya punya kenalan dan pergaulan tingkat lain lah. Maksudnya? Sampai akhirnya masuk dan begitulah.

Namun, owh ingatlah rasa bersalah yang saya lakukan kepada AKSARA. Tuk tuk tuk, hanya ingin melakukan sebuah pengakuan dosa.  Di mana-di mana ei saya merupakan anggota yang sering sengeneh. Kenapa? Bayangkan ketika mendapatkan tugas untuk meliputpun baru dikerjakan ketika ada ancaman tak bisa ikut tahap II. Tak sampai itu, saya mendapatkan tugas untuk mengisi fitur cerita kita di blog AKSARA. Isinya adalah membuat sebuah feature. Namun bayangkan deadline tinggallah deadline. Jumat berlalu tugaspun ikut berlalu. Bahkan sampai sekarang belum dikerjakan. Tak nepi sampai situ juga, hei dalam acara bedah buku ataupun pembinaan sekarang-sekarang ini sudah jarang datang. Pas awal cukup rajin, eh ke sini-sini apa banget gitu deh.

Bukan tak ingin menulis. Bukan tak suka menulis. Bukan tak ingin membantu. Namun, aduh saya juga susah jawabnya. Beginilah nasib seorang mahasiswa tingkat akhir yang mulai dan sangat banyak pikirannya disita oleh PLP (Program Latihan Profesi) eits, yang ditekankan bukan waktu yang tersita, namun pikiran . Namun jujur, tak ingin mengkambinghitamkan kesibukan, kasian kambing kalo harus dihitamkan, udah jarang mandi dia.

Jadi detektif mencari yang tersembunyi dah. Tersembunyi dalam hati pikiran dan jiwa (geuleuh pissan). Ternyata memang kegiatan Mahasiswa tingkat akhir yaitu PLP memang sangat menyita pikiran eh keseret-seret dah itu waktu.

Namun satu hal lagi yang membuat seakan enggan, bahkan masuk ke sekre aksarapun masih canggung. Engtah apa karena saya yang terasingkan, ops bukan saya yang mengasingkan diri mungkin ya.😀

Aksara memang organisasi pertama yang saya ikuti di Salman ITB. Padahal sejak kelas 1 SMA saya sering berkeliaran di SALMAN memang tak ada jaminan itu mah Tapi tak tertarik ikut organisasinya sampai akhinya terjun di AKSARA😀

Mungkin karena kurangnya rasa akrab yang saya rasakan. Mungkin penyebabnya saya sendiri sih yang bikin suasana jadi tak akrab.😀 Mungkin penyebabnya karena kurang intensitas kali ya. Mungkin tak seperti yang lain yang memang dari SMA sudah bergelut gulat gilet di Organisasi SALMAN dengan berbagai macam organisasi. Bahkan yang baru terjun langsung on on on fire.

Mungkin mungkin mungkin

Haduh bingung juga saya nulis apa ini. Tak tau saya juga bingung. Nulis apa yang ada aja, tak diatur utar. Aduh maaf saya jadi bikin bingung. Karena saya pun bingung mau nulis apa ini, tujuannya apa? Hanya sekedar menulis apa yang mengganjal entah di hati entah di pikiran.

Baiklah, karena saya terlanjur  merasa bersalah, bukan merasa saja tapi bersalah. Maaf sangat maaf jika tak banyak bantu. Seperti contoh ketika bedah buku, aduh saya cuma bisa liat orang  sibuk tanpa tau apa yang hasrus dilakukan. Tapi tapi tapi kalau ada acara apa gitu tetep kasih tau ya.😦😐🙂😀

Selebihnya saya senang bisa tau bedah buku yang keren-keren. Jika tak ikut AKSARA, mungkin tak tau lah itu. Tak tau ada Andrea Hirata, tak tau pernah akan menghadirkan Habiburrahman Elsyirazi😀, tak tau ada orang yang hebat menulis Kang Irfan Habibie, Kang Salim Rusli, Ai Khalid, Tristia, Kang Iqbal, Uni😀

Haehaehae.