Berdandan lama-lama, liat dari atas sampai bawah.
Apakah kerudungnya sudah cocok dengan bajunya?
apakah pakaian ini terlihat pas di badan saya?
Semprot semprot minyak wangi.
itulah yang sering terjadi dalam diri seorang wanita. Mungkin bukan kamu, bukan mereka, ya itu pendapat saya.
Namun terkadang, tersirat, berbesit sebuah niatan.
Jika saya pake baju ini, jika saya begini,eh kalo begitu dia suka kali ya.
Oh dia ada, saya pake baju ini ah.
Hem,bertemu kecengan benerin kerudung nih.
Minyak wanginya orang-orang pada suka ga ya?

itulah yang terkadang saya rasakan.
Hingga tersentak membaca sebuah note, tentang wanita.
“berdandan dengan niat diliat oleh orang yang bukan mukhrimnya, itulah dia salah satu alasan seorang wanita disiksa di neraka”
apakah itu yang sekarang saya lakukan?
tak ada larangan seorang wanita bersolek, ya memang harus rapi bersih. Itulah seorang muslim.
Bukan berarti bau badan, justru membersihkan diri. Bukan berarti kerudung seenaknya dipake, justru tunjukkan dengan kerudung kita terjaga rapi.
Namun jika berdandan ngaca ketika sebentar lagi dia datang, bagaimana itu?
Jika memakai wewangian yang berlebih, bagaimana itu?
Jawabannya ada di niat diri. Untuk apa, untuk siapa berdandan, untuk apa memakai wewangian yang menyengat?

Yang menjadi hal kecil, namun itulah yang secara tak sadar saya lakukan, pun mungkin dirimu. Foto!

Memotret diri, dari setiap angel.
Mengatur pencerahan.
Exactly.
I got it!
Langsung upload.
Heu kali-kali aja ada yang suka, si itu suka.
wuiah.

Tak ada salahnya berfoto, siapa yang tak suka foto.๐Ÿ˜€

Namun apakah itu termasuk pada berdandan untuk orang yang buka mukhrim?

hati kita yang tau, kembali pada niat.
Semakin mengerti bahwa banyak hal yang ada dalam diri seorang wanita yang tak pantas untuk dijadikan konsumsi publik.
Karena harga diri itu mahal
Emang berapa harganya?
picik jika ada pertanyaan seperti itu, mengukur dengan takaran dunia.
Apakah saya pernah berdandan untuk orang yang bukan mukhrim saya?
Dulu, sekarang bersolek saya untuk siapa?
Jauhkan dari niat jelek, amin. hehe

Terpikir, bagaimana jika saya seorang lelaki? Mungkin tak akan merasakan hal yang seperti ini. Susah menjadi seorang wanita.

Namun, tidak. Bersyukur menjadi seorang wanita. Wanita sholehah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia.
Membiasakan diri, berlatih menjadi seorang wanita. Sebaik-baiknya wanita.

Sebenernya takut juga jika perkataan ini, pendapat ini tak saya kerjakan atau lakukan. Namun saya, kamu, kita semua belajar๐Ÿ˜€

tulisan ini dapat mengingatkan kembali buat saya sih, hehe.