lagi-lagi mata harus awas melihat, mengawas mereka yang sedang ujian. Tak taukah mereka, bahwa di depan sana saya bisa melihat tingkah laku mereka?

Berarti waktu dulu saya seorang siswa guru begitu mudah mengawasi kita lho.

Cape juga mengawas, banyak hal yang menarik. Saya tau dia sedang buka sesuatu di kolong meja. Saya ingatkan dia salah tingkah. Saya tau siapa yang sedang curi-curi pandang untuk dapat kesempatan menyontek.

Hey, saya tau itu. Ada yang sengaja dia menatap saya lama-lama untuk mengalihkan perhatian saya padanya, dan walhasil yang lain tak saya awasi. Namun saya tau itu, karena ssaya pernah muda.😀

Senang melihat anak yang serius mengerjakan soal itu. Kesal sangat melihat siswa yang kerjaannya ribut mulu, gelisah saat ujian, selalu curi-curi pandang.

Sedih kagum melihat siswa baik dan tak menyontek tapi hasil ulangannya jelek. Kesal sejengkel-jengkelnya melihat orang yang tak pernah memperhatikan dapat nilai bagus. Entah trik menyonteknya begitu lihai, walaupun sudah dibubuhi dengan sumpah saat mengerjakan “DEMI ALLAH SAYA TIDAK AKAN MENYONTEK“. mengejar nilai manusia yang melupakan janjinya terhadap Tuhannya. Sedih sangat😦

Memaksa nilai Ketuntasan Minimal (KKM) yang tinggi namun kendornya pengawasan saat ujian, owh disayangkan sekali.

KKM tinggi berbanding terbalik dengan KKS (Ketuntasan Kejujuran Siswa) haha. what a mess!

Ternyata seorang guru sangat menghargai siswa yang tak menyontek toh walaupun nilainya jelek. Itu yang saya rasakan.

Kita menyuruh untuk tidak menyontek. Semoga di kehidupan kita pun tak ada istilah menyontek. Btw-btw menyontek di sini yang artiannya negatif ya. 😀

Merindukan kejujuran itu.

Mereka melihat saya untuk menyontek.

Subjek: Mereka

Sasaran : Saya

Menyontek : Sasaran, tujuan.

Itulah hubungan mereka, saya, dan menyontek.