Bismillah.

Baik, sudah lama tak posting tulisan baru. rinduu sebenarnya mengisi blog yang dulu sempat saya cita-citakan untuk menjadi blog yang berkualitas.

Postingan kali ini ingin menceritakan tentang rencana saya untuk menjadi seorang pebisnis. keuhahahahahahahahaha.

Sehingga suatu ketika muncullah percakapan dengan sang kawan:

kawan: “kamu gimana udah kerja?“.

Akyu: “engga dulu sekarang mau nyoba dulu bisnis ah masih penasaran nu mah

kawan: “ih kamu mah harusnya kerja dulu. baru udah gitu bisnis, kan punya pemasukan. kalo bisnis masih harus ngerintis

akyu: “hehehehe” -____- a

Sempat ada beberapa tawaran untuk bekerja yang bisa dikatakan fulltime . Tapi-tapi lagi-lagi berpikir gimana nih sebuah impian saya sendiri untuk buka usaha sendiri? Semakin sini ya mendinglah pihak keluarga mulai mendukung.

Kadang, sering terpengaruh perkataan orang yang mengatakan “ah ga akan laku atuh usaha itu mah”. Haha tak salah sih, yang akhirya sempat down. Tapi tapi bukankah “Man Jadda Wajada”? Biar, Allah yang mengatur rizqi makhluknya. Terpenting siapa yang bersungguh-sungguh akan sesuatu, dia akan mendapatkannya. InsyaAllah.

Sedikit sharing, pengalaman berbisnis usaha sendiri itu memberikan hal yang berbeda, tertantang menantang.

Ketika SD sekitar kelas 4-5 SD melihat orang-orang membeli buah yang di-es-kan. Langsung bilang “mah, mau jualan es buah“. Waw mamah akyu pun langsung senyum semangat. Dibuatkanlah kedongong es. Berkeliling RW 01 Lembang. Excellent!! Laku lho. Laku satu biji dari berapa puluh yaaa? ahahahaha

Ketika SD kelas 6 SD si ayah punya banyak pulpen. Yang dulu sering digosipkan narkoba dalam pulpen sehingga baunya harum. Wow laku baru ini mah. laku berapa lusin gitu yaaaa..? keubuahahaha. walaupun harus dikreditkan atau anak-anak ucul pada ngutang. Trus pernah juga jualan jam-jam anak-anak kecil.

Ketika SMA. sebenarnya tanpa sengaja sengaja amat itu-itu usaha. Pertama pernah jualan agar-agar untung 10000. Dan saat Kelas 3 SMA jualan minuman yoghurt. Mantap, setiap kali pergi ke sekolah bawa-bawa keresek gede berisi minuman yoghurt pesanan temans-temans

Nah saat masuk kuliah, mulai baru melihat kira-kira peluang yang ada. Dari jualan stiker nama *atas joinan bersama teman sma* makin sini mulai masuk merambah menjadi distributor pemesanan kaos. Gila mamen pokonya ini untungnya lumayan walopun sungguh usahanya kita agak pusing. Masuk kembali merambah usaha penjualan pulsa. Jikalau yang ini mah untung untuk beli pulsa lagi lah. Mulailah merambah mengikuti PMW UPI. Usaha kaos bersama temans-temans walau akhirnya yaaa kita pisah busah.

Sekarang, tidak. Tentu saya tak ingin jika harus berhenti sampai disini (lirik lagu). Insyaallah mulai bergerak secara nyata tak hanya merancang dan diam. Tapi sudah mulai membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk usaha baru saya jua usaha yang memang saya senangi dan bisa. Insyaallah tak apalah jika orang-orang bilang ini itu, tentu juga sudah memperkirakan SWOTnya.

Bismillah Allah, semoga ketika beberapa tahun yang akan datang. Ketika saya membaca tulisan ini, usaha saya sudah berkembang maju jauh dari sekarang . Aamiin.😀

“Biar, ketika orang berkata tak mungkin usaha kamu laku. Tak mengapa walau usaha ini hanya kecil jika dengan gaji kerjaan orang-orang. Biar saya bangun ini, dan bangunkan saya jika tertidur saat impian ini sedang saya rangkai”

Man Jadda Wajada