Oks, karena sekarang sedang melampiaskan kemalasan membaca algoritma pemograman

foto imajinasi murni lho. kalo ada kesamaan wajah merupakan hal yang sudah direkayasa Allah

Baca-baca twit Salim A Fillah subhanallah sekali, sekali sangat menguras otak untuk memahami.ckckckck

berikut kuliat tweet dari  Mang Salim, karena sayang kalo tweet itu hilang ditelan database tweet yang baru.

Saat Qabul & Ijab terucap, hujanpun rintik. Langit menangisi hilangnya 1 bidadari; turun ke bumi dampingi jihadku ini. {Kalimat Ba’da Akad}

Di depanku ratusan bidadari, gemerlapan bagai gemintang. Tapi kaulah matahari, hadirmu jadikan kilau mereka pudar menghilang. {Kala Berbagi}

Ada berjuta jatuh cinta; tapi padamu, aku memilih membangunnya, agar tersusun bata demi bata, jadi gedung asmara, tinggi menggapai surga.

Aku mencintaimu karena Allah, dengan cara yang diridhai Allah, dalam rangka mencari ridha Allah. {Selalu, Senantiasa}

Tiada yang abadi di dunia ini. Tapi jika alasanku mencintaimu adalah ALLAH; semoga Dia yang Maha Abadi merahmati; cinta tak henti bersemi.

Sebab bukan kecantikan jasadiahmu yang pertama memikatku, kau tak pernah kehilangan pesona di mataku. {Shalihah, Qanitah, Hafizhah}

Tentu saja, ada kalanya kita sengketa. Tapi kita selalu percaya, bahwa hubungan lebih berharga daripada situasi yang terjadi. Itulah cinta.

Allah menetapkan: aku pakaian bagimu, engkau pakaian bagiku. Saling menutupi, melindungi, menghangatkan, & menjelitakan. Bercahayalah taqwa.

Kita satu jiwa. Hanya sedang hinggap di jasad berbeda. Kita ini cermin satu sama lain; berkaca tiada henti, baikkan diri di hadapan Ilahi.

Dalam cinta sejati, kita tak pernah saling memiliki. Hanya saling dititipi. Lalu kelak ditanyai; adakah kebersamaan kita mensenyumkan bumi?

Mari kemari membaca dengan senang dan ceria agar eh agar otak tersenyum bahkan membuka mulut sehingga eh sehingga ilmu-ilmu pada masuk. Yu senyum ceria, hawk😀

ke ke ke tu tu tunggu ini lebih cocok dari para lelaki ke istrinya ya. Deuh ah.