Yap, ini tulisan yang telah mengisi ke”ramat”an blog ini.

Oke, saya memang orang yang tidak konsisten dalam menulis di blog. “Terutama setelah lulus” <- alibi ketidakkonsistenan sebelum lulus. Sungguh ingin menulis sebenarnya.

Berawal

Hey Keluarga! Itulah judul yang sengaja saya ambil dari esensi pengalaman saya kemarin.

Tak sengaja yang disengaja, setelah menghadiri suatu acara dan pulangnya kemalaman, maka  saya memutuskan untuk menginap di rumah teman. Cukup terkesan dengan kebiasaan dan kehangatan yang terasa di rumah itu. Walaupun cuma sehari, tapi saya yakin itu kebiasaan mereka.

Shalat berjamaah bersama keluarga. Itulah salah satu kebiasaan yang paling saya suka. Kebiasaan yang sering dilakukan terutama saat shalat maghib, isya, dan shubuh. Iri :’)

Lantunan mengaji ibu saat shubuh.  Oh inilah lagu merdu, terdengar begitu syahdu, dan buat hati merindu sendu😀. Sungguh lagu ini yang membuat rumah mereka barakah, terselimuti oleh perlindunganNya.

Masakan yang masih hangat sengaja dibuat untuk sarapan. Masakan siapa lagi kalau bukan ibu. Wah, enak banget masakannya. Sederhana tapi hangat😀. Terdengar begitu maknyos suara osang oseng memecahkan pagi hening *weits.Masakan penuh doa yang sengaja dipersiapkan untuk mengisi energi sang penghuni rumah.

“Mamaah, sini dulu”. Ya ini ucapan seorang anak yang sekedar diminta untuk memberikan saran pakaian yang dipakai, atau mereka-reka pakaian yang akan digunakan. Kemanjaan anak kepada ibunya yang indah menurut saya. Kebiasaan untuk melibatkan  ibunya dalam segala aktifitasnya. Itulah yang membuat rumah lebih berasa penuh dengan ucap syukur.

Menunggu penghuni rumah yang belum pulang. Menunggu di ruang depan sambil nonton TV atau apalah itu akan membuat sang penghuni yang baru pulang merasa begitu berharganya dan begitu ditunggu kehadirannya. Inilah yang membuat seseorang tak mampu jauh dari rumahnya. Tentu🙂

Itu mungkin biasa saja bagi sebagian orang, namun sebagian lagi? Tentu itu sangat sangat sangat sangat sangat berharga🙂

Semoga, kamu, saya, dia, mereka mendapatkan kebahagiaan kekal dariNya.

ending tulisan ini mau dong kutip lirik keluarga cemara:

“Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah
keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Selamat pagi emak,
selamat pagi abah
Mentari ini berseri indah
Terima kasih emak,
terima kasih abah
Penuh hati berkata
dari kami putra putri
yang siap berbakti”