Baik, masih menceritakan kisah saya mengajar di daerah pelosok, di samping kisah-kisah lain.

Seperti yang pernah saya katakan di post sebelumnya, bahwa saya mengajar di tempat dan murid yang ga biasa-biasa lho. Misalnya, ketika kalian yang pernah mengajar di sebuah instansi, mungkin seringnya melihat anak yang duduk manis tanpa ribut dan tanpa ada perbuatan konyol. Atau kalian yang pernah sekolah, kalian bisa liat kondisi belajar mengajarnya seperti apa.  Tapi di sekolah yang saya ajar itu…

Buu, mau nyanyi..
saya:”Baik anak-anak sekarang kita akan..”
murid mengacungkan tangan dan: “bu mau nyanyi bu..”
saya: “hah, ya udah udah maju sini-sini”
saya pun heran kenapa di pelajaran TIK ada pelajaran nyanyi, akhirnya sayapun memperbolehkan beberapa orang nyanyi, dan WAW suaranya keren banget!

Diperbaiki, dirusak kembali
ketika saya di depan kelas, tiba-tiba ribut amat itu di belakang, dan ternyata ada siswa yang sedang memperbaiki bangku. Dan jangan heran sering sekali anak-anak memperbaiki bangku dan meja  setelah diperbaiki. Mengapa? karena anak-anak bermain sampai membuat  meja dan bangkunya rusak lagi, #sigh

“Dianya bu mau pukul saya”
Saya sedang mengetes siswa membaca dalam bahasa Inggris di depan kelas, jangan heran acap kali anak lain berlari-lari sampai ke belakang kursi kita. “eh ngapain kalian?“, sontak dia berkata “dia mau pukul saya bu, jadi saya harus lari“. Itulah yang sering terjadi kalau saya sedang mengajar bahasa Inggris.

“Saya Mau Maen Bola”
Ini bukan saya yang mengalami. Ketika salah satu guru sedang menerangkan di depan kelas, dengan antengnya salah satu siswa bermain sepakbola di belakang kelas. Sang guru berkata, “heh kurang ngapain kamu?” dengan santainya menjawab “saya mau maen bola bu

Saya Mau Tidur Bu”
Inipun bukan saya yang mengalami secara langsung, tapi dia pun murid saya yang sangat spesial. Ketika si guru akan menerangkan, ada anak yang tidur di bangkunya. “Kamu kenapa bidin?“, “saya ngantuk bu, mau tidur. Boleh?“, sang guru menjawab sambil menggerakkan tangan secara berkata “oh iya tidur ya, asal jangan ganggu pelajaran“. Coba tebak mengapa guru itu malah menyuruhnya tidur? Karena, ….Anak itu sebenarnya baik dan katanya dia memiliki “ilmu hitam”. Itu diduga karena hampir semua keluarganya pun begitu. Hingga menurut cerita yang beredar, tak heran bahwa anak itu sedikit aneh atau error. Bukan hanya itu, anak itupun ketahuan menggunakan ganja.

Kesurupan lagi
Ada satu siswi yang diduga dia selalu diikuti oleh makhluk halus. Oleh karena itu sewaktu-waktu dia bisa kambuh. Banyak guru yang mengalami saat mengajar dia kesurupan, alhamdulillah saya tidak pernah.

Itu beberapa cerita muridku, bagaimana ceritamu?