Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Hellow, inilah salah satu pengalaman menarik saya selain mengajar di daerah pelosok. Saat ada waktu libur, saya pergi ke pulau Nias yang merupakan salah satu daerah Sumatera Utara. Kalian tahu, saya hanya pergi berdua bersama teman saya lho. Dengan bermodalkan cari-cari info dari internet! Tapi Alhamdulillah selameet dan baik orang NIAS yang ditemuin selama ininya.

Nah, sekarang saya ingin memberi tahu informasi apa saja yang saya temukan di Pulau Nias serta rute liburan jika kalian ingin pergi ke sana.

Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar kata Nias? Lompat Batu kah? Baik banyak sekali hal yang dapat kalian temukan di sana, yaitu, take those out.

1. Lompat Batu

Lompat Batu NIAS

ini sudah barang tentu yang paling terkenal di sana. Lompat batu ini katanya ada di beberapa tempat. Tapi saya hanya mengunjungi lompat batu ini di Bawo Mataluo (Bukit Matahari). Kenapa di sebut bukit matahari? Karena letaknya yang cukup tinggi di atas permukaan laut sehingga kita dapat merasakan matahari terbit seakan-akan berada di ata kepala kita. Beralih kembali ke lompat batu, konon ceritanya anak lelaki akan dianggap dewasa jika mampu melewati batu yang tingginya ampir 2meter ini. Untuk menyaksikan lompat batu ini, kaliaan harus membayar sekitar 100.000, mau nawar? ya bisa-bisa kalian ajalah😀

2. Pantai Soroake/Lagundri

Nah inilah yang sering dijadikan sebagai ajang maen surfing, bahkan sudah masuk kancah internasional. Bahkan saya dengan dari cerita pemilik penginapan, ada turis (asalnya lupa) yang sengaja mengumpulkan uang 5 tahun untuk dapat pergi ke pantai ini. Hal ini karena pantai Soroake terkenal dengan ombaknya yang tinggi. Bagi yang muslim, mungkin lebih mempertimbangkan untuk berada di Pantai Lagundri. Soalnya daerah pantai Soroake jarang makanan halal. Sebetulnya antara pantai Lagundri dengan Soroake ga terlalu jauh. Dapat menyusuri pantai jika dalam keadaan surut (jaraknya 2 km).

3. Batu Geser

Inilah fenomena yang agak aneh terjadi. Beberapa batu yang ada di atas asalnya berada di agak jauh dari tepi jalan, tapi setelah beberapa hari setelah Tsunami, di saat tidak ada lagi gempa Batu tersebut bergeser dengan sendirinya.

4. Museum Nias

5. Musim Duren

6. Tulisan YAAHOWU

Yaahowu adalah ucapan salam yang lazim di Nias, kalau di Medan itu misalnya Horas. Tulisan in iada di dekat hotel Kartika (kalau tidak salah ya), dekat lapangan merdeka/dekat Rumah Sakit (aduh lupa namanya😀 maaf)

Nah kalo lagi musim duren, di Nias harga duren murah bangeeet. Satu buah duren aja ada yang 2000/2500, bahkan Duren yang mantepnya aja harganya 4000. Mulai dari Duren yang mateng sampe duren yang agak mentah pun ada. Dan kalian tahu, duren yang agak mentah itu juga lumayan enaak, gak lembek tapi manis. Waktu itu sih saya makannya di daerah kota Gunung Sitoli.

Nah disini kamu dapat tahun adat dan keadaan Nias secara replikanya. Tapi sayangnya, tidak boleh berfoto-foto ria di dalam Museum, jadi cuma ada bagian depannya saja.

Bagaimana Rutenya?
Dari Bandara Polonia Medan ditempuh sekitan 1 jam kurang. Kemudia sampai di Bandara Binaka (jangan heran jika bandara ini lumayan kotor dan sepi dibandingkan dengan bandara lain). Setelah itu naik taksi seharga 30.000 untuk pergi ke kota Gunung Sitoli. Nah jika sampai Gunung Sitoli, kamu dapat pergi ke Museum Nias itu, bilang saja mau ke museum nantipun diantarkan. Atau sebelum ke Museum minta antar ke penginapan dulu. Ada beberapa alternatif, kalau saya saranin buat backpacker sih di penginapan Raihan (di jalan Dipenogoro) dengan harga 60rb dengan kipas angin, 80rb dengan AC.

Nah, abis itu perjalanan dapat dilanjutkan ke Soroake/Lagundri yang berada di Teluk Dalam. Kamu dapat minta nomor telepon mobil sewa untuk ke teluk dalam ke penginapan. Harganya 50.000, tapi jika langsung ke Pantai Soroakenya nambah 10.000. Bisa cari-cari penginapan deh, kalau saya harganya 75.000/malam. Nah kalo mau ke BaoMataluo kamu bisa naek mobil angkot gitu. Tapi kalau hari minggu tidak ada yang beroperasi karena di sana mayoritas kristen. Kalau mau sewa motor di penginapannya sekitar 20.000/jam (ini tanpa guide dan nyupir sendiri ya). Jalannya emang cukup curam. Tapi bagi yang terbiasa bawa motor bisalah bawa sendiri.

BAtu Gesernya berada sebelum Baomataluo dan Pantai Soroake (dari arah kedatangan). Untuk berfoto-foto kamu bisa minta berhenti dulu ke supirnya untuk mengabadikan.

Nah, gimana tertarik backpacker ke Nias? Let’s Enjoy😀

ini penampakan Bandara Binakanya:

Jalan-jalan seceria mungkin😀