Jangankan memiliki komputer atau laptop, menyentuhnya pun belum pernah. Itulah kalimat yang pas untuk menggambarkan keadaan mereka, murid-muridku.

Pada awal perkenalan, saya kenalkan mereka tentang laptop. Mengajak mereka menonton video-video teknologi. Waw, antusiasme mereka begitu jelas tercermin dari mata dan ekspresi mereka. Sayapun sebagai guru begitu senang telah memberikan kegembiraan karena wawasan yang mereka dapatkan tentang teknologi canggih.

Tak ingin hanya melihat laptop saja. Diajaklah mereka mengetik. Mereka diperintahkan untuk mengetik nama masing-masing. Ternyata banyak reaksi dari mereka. Mereka gemetar, takut, banyak juga yang berkata “ko mulu” kamu duluan,  bahkan ada pula yang mengetik sekencang mengetik di mesin tik. Sampai harus diingatkan kembali kepada mereka “Nak, ini buka mesin tik, jadi ga usah kenceng-kenceng ngetiknya ya.”Jangan heran jika mereka cukup bahkan sangat lambat dalam mengetik. Bagaimana tidak, menyentuh laptop saja baru pertama kali. Inilah electronic learning (e-learning) pertama yang mereka rasakan selama pembelajaran di sekolah.

Jika  minggu ini mereka mengetik untuk pertama kalinya, minggu selanjutnya mereka saya lombakan perkelompok. Selama 6 menit mereka secara bergilir mengetik kata demi kata. Kelompok paling banyak dan rapi, itulah pemenangnya.

Di saat satu kelompok sedang mengetik di laptop, murid lain saya suruh latihan mengetik di keyboard yang mereka buat di buku masing-masing. Adapula yang saya perintahkan untuk ke depan dan berpura-pura mengetik di papan tulis yang telah saya tulis susunan huruf keyboard. Saya sebutkan kata atau kalimat, mereka mengetik menunjukkan huruf menggunakan spidol. Cukup menarik dan lucu. Bahkan ada yang pura-pura menghapus menggunakan backspace di keyboard buatan tersebut. :D

Dengan latihan mengetik di atas kertas dan papan tulis yang telah dibuat menyerupai keyboard, murid-murid akan lebih cepat hapal tata letak huruf di keyboard.

tanpa laptop kami pun bisa cepat ngetik bu” celoteh seorang murid sambil asyik memegang  bukunya yang ia bentuk seperti laptop.

Satu lagi. Bagi mereka selain laptop, sinyal merupakan barang mewah. Menikmati internet merupakan hal yang sulit untuk dijamah. Tapi saya yakin, suatu saat internet masuk ke kampung mereka. Dan saya yakin, XL akan mewujudkan impian generasi bangsa itu. Mengapa? Karena berdasarkan berita yang dilansir dari web xl.co.id, XL merupakan satu-satunya operator yang memiliki jaringan fiber optic yang luas. Di samping itu, XL merupakan layanan telekomunikasi selular berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia. Tunggulah, Nak! Sebentar lagi kalian akan merasakan kegunaan internet untuk pembelajaran kalian.

Sukses. Usahalah dengan apa yang kalian miliki (dan mampu kalian usahakan) untuk memiliki apa yang belum dimiliki.

Hanya itu yang bisa saya berikan kepada mereka. Peralatan elektronik minimalis untuk pembelajaran. Walaupun e-learning ini begitu sederhana, semoga dampaknya luar biasa bagi mereka, murid saya.