Entahlah ya. Biarinlah ya kalau  orang anggap saya norak atau ih baru segitu aja udah sombeng somseu. Tapi jujur ini bukan pengen sombong atau gimana, tapi ada kepuasan batin tersendiri.

pelatihan guru SD terpencil se Aceh Timur


Jadi pada tanggal 8-9 Oktober, SM-3T Aceh Timur mengadakan pelatihan ICT (Microsoft Word, Power Point, Excel) bagi guru-guru SD terpencil se Kabupaten Aceh Timur. Nah, saya menjadi salah satu pemateri dan tutor yang secara langsung memberikan pengarah di depan sekitar 60-an guru-guru.

Eitsah, Pemateri

Dan waw, suatu hal yang menggembirakan harus mengajar guru-guru dengan berbagai macam keahlian. Ada yag masih mahir dan ada pula yang masih  sangat minim pengetahuan tentang mengetik.

Tahukah kalian, bahwa ternyata masih ada bahkan mungkin banyak guru yang untuk mengoperasikan komputer saja masih begitu kaku. inilah salah satu guru tersebut.

Saya ajarkan mereka dasar-dasar mengetik, dan begitu terharunya ketika melihat mereka yang terbilang sudah cukup tua namun masih antusias mengikuti materi yang saya ajarkan. Walaupun toh mereka tidak bisa, mereka terus bertanya kepada tutor pendamping.

Ini  merupakan salah satu bapak yang walaupun tidak bisa, terus terus bertanya ketika saya jadi tutor.

Guru yang agak kesusahan mengikuti materi namun tetap bertanya

guru yang untuk mengetik dan klik saya masih kaku tapi tetap bertanya tidak malu

Eitsahlah pokonya, jadi pemateri untuk pertama kalinya di depan guru-guru. Inilah salah satu alasan saya begitu bersyukur pernah pergi ke Aceh ini. Pengalaman yang sungguuuh bermakna whahahaha.

Satu poin tambahan lagi, saya jadi pemateri/tutor terbaik pilihan guru-guru tersebut😀

Jadi Pemateri/Tutor terbaik😀

Hal yang cukup terharu adalah mendengar salah satu perwakilan guru yang berkata “saya mengucapkan terimakasih atas pelatihan ini. Harap maklum, beginilah kami. Kami memang kurang pendidikan dan pengetahuan kami.” Dan saya cukup terkesan karena di umur mereka yang sudah tua masih ingin untuk belajar.😀

Semenjak menjadi pemateri di pelatihan ini, saya menjadi lebih bersemangat untuk berbagi ilmu baik sebagai guru, pemateri, pun yang lain. Di Aceh inilah saya mendapatkan se-ngena-ngenanya menjadi seorang guru. Menjadi guru kreatif yang pada awalnya karena dituntut, dan menjadi pemateri yang sabar yang pada awalnya  karena sayang kepada guru-guru tersebut.

Ayo Bapak Ibu, kita belajar seceria mungkin😀