Sama halnya di Jawa Barat, tidak semuanya suku Sunda. Begitupun di Aceh, tidak semua suku Aceh. Ada suku namanya suku Gayo.

Hey, bagi kalian yang suka ngobrol laki perempuan di tempat yang gelap, jangan heran jika tiba-tiba kalian disuruh untuk menikah. Itulah adat suku Gayo, istilah namanya adalah geurleu.

Beberapa hari lalu ketika saya sampai di kampung ini, ada siswa SMP yang menikah karena ketahuan janjian di tempat gelap dengan lawan jenisnya. Di sini tidak aneh karena memang begitulah adat istiadat di sini. Walaupun toh mereka tidak melakukan apa-apa saat berdua-duaan, tetap mereka harus melaksanakan hukuman itu. Atau jika hendak tak mau menikah, dia harus bayar denda.

Ada juga selang beberapa hari dari kedatangan saya, siswa SMP yang tunangan dengan siswa SMA. Asalnya harus menikah, akan tetapi laki-laki yang siswa SMA belum siap jika memang harus menikah.

Waw, ada sisi baiknya juga sih. Jadi setiap orang harus menjaga jarak dengan yang bukan muhrimnya.

Nah kalo yang ini mungkin bukan  hanya adat suku gayo aja mungkin ya. Jadi begini, setiap musim panen kayu tiba, jangan heran jika sekolah kosong dengan siswa laki-laki dan saat panen “lupa lagi panen apa” siswinya yang tidak masuk sekolah.

Des, 29th 2011

Lokop, Aceh Timur

 

Kisah terbarunya, saya menghadiri pernikahan siswi kelas 2 saya yang ketahuan surat-suratan sama pacarnya, posisi dia sudah tunangan dengan yang lain. Jadilah harus segera dinikahkan dengan tunangannya itu.

 

Kisah lainnya, ketika memasuki tahun ajaran baru ada seorang siswi kelas 2 yang dinikahkan karena ketahuan berduaan. Wew.

Kalo di Bandung adatnya langsung dinikahkan kaya gitu, pasti udah jarang tuh wanita dan lelaki lajang. Haha!