Wajar, sekiranya Tuhan menurunkan perintah yang merupakan anjuran bagi hambaNya untuk bertahajud.

 

Siapa yang tak pernah memiliki masalah? Kasian, jika memang ada yang tak pernah punya masalah.

Dia tak pernah merasakan nikmatny berada di puncak keindahan jalan keluar saat masalah telah terdaki selesai.

 

Sisi melankolis sering dikaitkan dengan kesedihan. Setiap orang seyogyanya memiliki sisi melankolis barang secuil, menurutku.

 

Tak ungkir, melankolis itu muncul saat kau sendiri, menyepi, samar melihat karena gelap. Ya gelap, hingga kau tak mampu melihat sisi pipimu yang basah karena air mata itu begitu mudah mengalir.

 

Hati menerawang, hingga tanpa dibuat2 kau pun menangis. Ntah kau sadar atau tidak.

 

Melankolis, itu yang acapkali aku inginkan jika setiap bertemu denganNya.

 

Melankolis, itu yang sering kali orang gengsi menunjukkannya.

Makanya, pergilah kau menuju gelap untuk mendapat penerangan, penerangan jiwamu.

 

Melankolis, itu yang sering kali orang dengan mudah mengumbarnya.

Jangan terlalu melankolis juga, hey!

Bisa kau terjerembab jika melankolis itu tak kau iringi dengan tekad.

 

Teman curhat yang mampu kau lihat sebetulnya begitu dekat. Lihatlah cermin. Itulah orang setia yang mendengar curhatmu.

Pernahkah kau berbicara dengan dirimu? Dalam gelap kau menangis bersama jiwa dan ragamu.

Nikmatilah,

 

Antara gelap dan melankolis.

Menangislah, bangkitlah, dan tersenyumlah seceria mungkin.

Sang Pemberi Rasa melankolismu siap menerima kemelankolisanmu, sayang.