Saya pernah menjadi seorang siswa, dan Alhamdulillah sekarang  menjadi seorang Guru. Ketika duduk di bangku kelas 2 SMA, saya memiliki seorang guru yang acapkali memulai ujian dengan menyuruh para muridnya untuk menulis sumpah di atas kertas ujiannnya. “Demi Allah Saya tidak akan menyontek“. Itulah kalimat yang bagi saya sangat menohok. Janji dengan Rabb kita.

Begitupun ketika saya duduk di bangku universitas. Seorang dosen menyuruh  untuk menulis siapa nama-nama yang duduk di samping kanan, kiri, depan, dan belakang, menulis janji “Saya berjanji tidak akan menyontek” kemudian tanda tangan. Dan janji tersebut masuk ke dalam penilaian oleh Dosen. Jika yang melanggar, tidak akan lulus matakuliahnya.

Itulah, sebuah janji antara kita dengan Rabb. Hanya sebagian kecil pertanggungjawaban kepada Guru atau Dosen. Sepenuhnya pertanggungjawaban hanya kepada Rabb.

Sekolah lulus dengan nilai besar namun diperoleh dari menyontek. Menyontek dari seseorang yang menjaga jawabannya, bukankah itu termasuk mengambil hak orang lain? Lulus dengan hasil bagus namun menyontek. Dari nilai lulus tersebut kita melanjutkan ke   sekolah lebih tinggi, kemudian melamar pekerjaan dengan hasil kelulusan sekolah tersebut. Bukankah itu menjadi sebuah keburukan yang terus menerus menurun?

Ya, bisa jadi itulah awal korupsi. Membiarkan berlarut-larut. Mengambil nilai dengan mencuri-curi waktu dari guru yang lengah. Menginginkan yang bagus dengan cara instan. Apa bedanya dengan korupsi, bukan? Wajar saja korupsi itu hal yang biasa, banyak dicaci, namun banyak pula yang melakukan.

Sekolah itu tempat peradaban sikap, bukan sekedar ilmu. Ketika mental-mental korupsi muncul dalam diri seseorang bukankah sekolah pun acapkali dikaitkan dengan perilakunya? Terlebih mengaitkan dengan tugas guru sebagai “pendidik”. Lalu apa yang saya lakukan sekarang sebagai seorang guru? Berbekal pengalaman yang minim. Mengajar 5 bulan di sekolah swasta sebagai guru honorer, dan pengalaman 1 tahun mengajar di pelosok Aceh sebagai guru kontrak mengajarkan saya secara langsung di lapangan. Saya kembali menerapkan apa yang pernah diterapkan oleh Guru dan Dosen saya. Setiap kali ujian tulis, saya menyuruh para murid untuk menulis “Demi Allah Saya Tidak Akan Menyontek“. Apa konsekuensinya bagi yang ketahuan? Langsung NOL, dan otomatis diakhir semester mereka-merekalah yang memiliki nilai di bawah ketuntasan. Murid yang tergolong pintar pun jika ketahuan menyontek, ya tidak lulus. Banyak yang protes, namun saya balik bertanya “Apakah kamu pernah menyontek saat ujian dengan ibu?“. Dia pun tersenyum malu.

Sering saya berkata, “Nak, ibu senang banget kalo kalian jujur. Lebih senang dibandingkan nilai kalian besar tapi nyontek. Lebih senang lagi  jujur dan  nilainya bagus, hehe. Tapi Janji kalian, sumpah kalian itu yang sangat ibu hargai.” Inilah salah satu cara saya sebagai pendidik untuk melawan korupsi agar tak berakar dan menjalar. Sebuah langkah sederhana yang semoga dapat berdampak besar pada mental para murid.

Jua, ketika berbicara pendidikan, kejujuran, dan agama saya teringat dengan tiga serangkai tokoh besar NU yang memiliki keteladanan khususnya dalam bidang pendidikan, salah satu bidang yang sangat penting dalam menempa mental, ilmu, dan tingkah laku. Yaitu,  KH. Hasyim Asy‘ari, K.H. Abdul Wahab Hasbullah, dan K.H. Bisri Syansuri. Tokoh-tokoh yang begitu semangatnya menerapkan pendidikan modern namun tetap memegang syari’at Islam bagi para umat muslim di  Indonesia. Itulah yang seharusnya terjadi sekarang. Mendirikan sekolah-sekolah yang dapat melahirkan jiwa santun, kuat, cerdas, jujur, dan amanah. Hingga lahirlah para cendikiawan yang anti korupsi.

Terakhir, bukan hanya dengan tindakan langsung dan ucapan untuk melawan korupsi. Kritikan tajam melalui media tulis seperti buku dan blog pun dapat dijadikan alat melawan korupsi, karena terkadang tulisan lebih tajam dari ucapan. Mungkin ini salah satu tujuan diadakannya lomba Blog oleh PPM Aswaja, mengupas tajam korupsi yang mengakar dan mengukuhkan kembali bahwa Muslim itu Anti Korupsi!

Website resmi Nahdlatul Ulama 

Info & belajar Islam terkini