Saat Di IGD RSHS

Saat Di IGD RSHS

Hari ketika melihat anak merintih kesakitan. Ya Rabb, bener-bener ga tega, melihat anak tergeletak di IGD.

Sang anak masuk rumah sakit tanggal 15 Desember 2014 hari Senin, dengan keadaan yang sudah sangat parah. Saat dites darah, danesh hanya memiliki trombosit 1000, padahal normalnya adalah 150.000-500.000. Seluruh badan sudah penuh dengan lebam biru dan bintik biru keungu-unguan. Sengaja saya sharing pengalaman ini agar ibu-ibu yang memiliki anak dapat waspada, hehe.

 

Baik, begini lengkap ceritanya.

Awalnya, saya mulai ngeh ada bintik merah di sekitar wajah yang cukup menyala. berbeda dengan bintik biang keringat ataupun digigit nyamuk (note:setelah di rawat saya baru tau bahwa perbedaan iritasi kulit dengan pendarahan kulit adalah, jika pendarahan ketika bintik diregangkan kulitnya atau di tekan lama kemudian dilepas, maka bintik tetap ada. Namun jika iritasi kulit, ketika diregangkan atau di tekan lepas, bintiknya hilang kemudian timbul lagi). Saya ceritakan ini kepada suami saya, namun katanya, “mungkin kena nyamuk”. Ciri ini muncul sekitar 4-7 hari sebelum masuk rumah sakit.

sekitar dua hari berikutnya, muncul bintik merah menyala kecil seperti ditusuk jarum di bagian persendian tangan. bintiknya bergerombol cukup banyak. Saya masih berpikir “ah nyamuk lagi banyak-banyaknya sekarang”. Keesokan harinya lagi di tangan sebelahnya lagi dan beberapa di bagian telinga. keesokannya di leher.

Semakin lama semakin banyak tapi anaknya keliatan ga kenapa-kenapa lho, anteng, masih bisa diajak main, dan tidak demam. Hari Sabtu sore saya melihat bintik merah yang lebih besar di bagian kaki dan bergerombol. Saya pikir kena nyamuk karena saya ketiduran dan tidak memperhatikan danesh. Danesh pun masih terlihat anteng, tidak ada masalah.

Bercak merah di langit mulut

Bercak merah di langit mulut

Niat memeriksakan danesh mulai muncul saat minggu pagi dia menangis dan suami saya melihat ada bercak merah di langit-langit mulutnya. Akhirnya minggu pagi saya cari dokter anak tapi tak ada, yang ada hanya bidan. Eh, asisten bidan tepatnya. Saya ceritakan apakah karena alergi susu, soalnya saya baru ganti susu formula. Eh tu asisten bidan bilangnya iya katanya ini bisa jadi alergi susu. Asbid bilang,”Nih bu, ada bintik item. Dari mana? berarti yang merah-merah tadi udah berubah jadi item. “Kalo udah mulai item berarti dah sembuh, bu. Ibu mau kasi obat racik bla-bla-bla?”. Dalam pikiran saya lho kok nanya mau atau engga, saya kan ga tau apa-apa. Saya Jawab, “emang ini obatnya bukan?”. asbid bilang, “iya.”. Saya bilang lagi, “yaudah kasi berarti, kan?”.

Gara-gara asbid ragu memberikan obat, saya pun ragu memberikannya ke si danesh. Ketika diperika asbid saya melihat ada lembab sedikit di bagian kaki. Sya heran kok ada lebam. Tapi saya abaikan hal tersebut.

Hal yang cukup menakutkan pun terjadi saat minggu malam hingga senin pagi. Danesh batuk pilek rewel, maunya digendong sambil berdiri. walhasil, semalaman baik saya maupun danesh tidak tidur. Hal yang lebih menakutkan lagi, danesh muntah dan mengeluarkan bercak hitam. Bentuknya mirip warna haid wanita ketika awal atau akhir masa menstruasi. Saya bener-bener nangis, ya Rabb. Siapa yang tega melihat anak tidak tidur semalaman dan sakit seperti itu.

Pagi sekitar jam 6, tetangga (panggilan nenek) datang dan membawa anak keluar rumah. Dan terlihat wajah danesh begitu pucat. Nenek menyarankan untuk segera pergi ke UGD salah satu RSIA dekat rumah. Di sana dokter anak datang pukul 9. Dokter melihat keadaan danesh dan menyarankan untuk tes darah. Walhasil, trombosit cuma 1000. Saya tidak mengerti awalnya, yang saya mengerti katanya DANESH HARUS SEGERA DIRAWAT! Dokter Anak tiba, dan katanya indikasi utama, dia sakit ITP. Syok saya denger itu, syok karena gak tau apa itu. Dirujuklah ke salah satu RS besar di Jakarta. DI UGD gak ada dokter anak, akhirnya antri ke polianak yang pastinya lama antri periksa. Hasilnya sama, ITP dan RAWAT INAP.

Wajah pucat lemes saat di salah satu rumah sakit

Wajah pucat lemes saat di salah satu rumah sakit

Karena tak ada saudara satupun di sana, saya pun begitu down banget, akhirnya memutuskan pergi ke Bandung walaupun dokter sudah mengatakan “saya gak tanggungjawab kalau terjadi pendarahan di jalan”. Bismillah pergilah saya, danesh, dan suami ke Bandung. Sepanjang perjalanan, yang biasanya nangis danesh kenceng banget, saat itu dia lemes banget, dehidrasi, dan hanya merintih. Yaa Rabb, saya hanya bisa menangis, berdoa semoga tidak terjadi apa. Pikiran sudah kemana-mana. Akhirnya sampai Bandung,.Di leuwipanjang sudah dijemput oleh keluarga untuk ke RSHS. ke IGD nya. Sampai di sana lebam semakin parah terutama di bagian kaki. Dan sempat BAB dengan warna pupnya hitam. Tusuk sana sini, akhirnya di transfusi darah merah, trombosit, dan infusan. Selain itu obat prednison. Danesh dirawat selama 6hari 5 malam.

Begitu dehidrasinya dia :(

Begitu dehidrasinya dia😦

 

Bintik dan lebam tanpa terbentur di bagian kaki

Bintik dan lebam tanpa terbentur di bagian kaki

Setelah ditransfusi alhamdulillah mulai membaik walaupun bintik masih banyak.

Keadaan mulut yang sudah tidak ada bercak merah

Keadaan mulut yang sudah tidak ada bercak merah

2 hari dirawat di sana, akhirnya ketawa dia mulai muncul walaupun masih lemes dan pipi tembem gara-gara transfusi. Alhamdulillah.

Tertawa perdana pasca sakit :D

Tertawa perdana pasca sakit😀

Lemes, nangis merintih, infusan, dan oksigen. O Allah, maaf atas segala dosa saya. Mungkin ini teguran, melalui danesh Allah tegur saya dan suami saya akan dosa-dosa selama ini.

Satu hal yang buat saya agak gemes. Ke Asisten Bidan awal periksa. Apakah dia tidak bisa membedakan mana bintik pendarahan dan bintik iritasi pada kulit? Padahal jika tau kan harusnya langsung suruh tes darah, mungkin. Ah, yasudah. Pelajaran bagi kita semua.

Cukup, cukup danesh merasakan rawat dan rumah sakit seumur hidupnya. Sehat terus, danesh.