Beranda

Yuk Hapalkan Al Qur’an

2 Komentar

image

Sekarang saya lagi baca buku “Agar Orang Sibuk Bisa Menghafal Alqur’an” yang covernya seperti di atas. Dan baru beberapa bab membacanya semakin termotivasi untuk menghafal Alqur’an. Bagaimana tidak, dalam keadaan saya yang sedang hamil ini pasti menginginkan anaknya hafiz qur’an. Jadi ya harus ibunya terlebih dahulu yang harus berusaha untuk menjadi seorang hafiz juga 😀

Agar semangat dalam menghafalnya, saya akan menuliskan keutamaan Alqur’an dalam sabda Nabi SAW sesuai dengan yang ada di buku “Agar Orang Sibuk Bisa Menghafal Alqur’an“:

1. Menjadi hamba yang istimewa
Rasulullah bersabda,”sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari golongan manusia.” para sahabat bertanya “wahai rasulullah, siapakah mereka?” beliau bersabda, mereka adalah orang yang dekat dengan Alqur’an. Mereka adalah keluarga Allahdan hamba istimewa” (HR. Ibnu Majah)

2. Mendatangkan ketentraman dan rahmatNya
Nah ini sudah pasti yang membaca dan mempelajari Alqur’an  akan diberi ketentraman dan rahmat dari Allah.

3. Memberikan syafa’at di hari kiamat
Nah, ini bisa jadi motivasi yang hebat untuk kita menghafal Alqur’an. Bagaimana tidak, siapa yang tak ingin ditolong Alqur’an dan menjadi pembela kita untuk masuk syurga.

4. Perbandingan keutamaan orang yang mahir dan terbata-bata
Tak perlu malu membaca Alqur’an karena masih belum lancar, karena sesuai sabda Rasulullah SAW: “orang yang membaca Alqur’an dengan terbata-bata karena susah, akan mendapat dua pahala”

5. Kebaikan yang berlipat ganda
Setiap huruf yang dibaca mendapat 1 kebaikan, dimana 1 kebaikan mengandung 10 kebaikan. Alif lam mim ada 3 huruf jadi ada 30 kebaikan.

6. Keistimewaan para orangtua yang mendidik anaknya untuk belajar Alqur’an
Ini salah satu keinginan saya sebagai anak dan juga orangtua, memberikan mahkota yang bersinar  melebihi sinar matahari di dunia pada hari kiamat kelak kepada orangtua saya, juga nanti anak saya pun memberikannya kepada orangtuanya.

7. Mendapat mahkota kehormatan
di antara penghormatan kepada Allah, yaitu menghomati orang yang telah beruban dan menghormati orang yang hafal alqur’an, (dengan catatan orang yang hafal alqur’an itu) tidak terlalu (hingga berlebihan) dan tidak pula kurang (hingga semberono). Dan juga menghormati penguasa yang adil” (HR. Abu Dawud)

8. Lebih istimewa dari seluruh perhiasan dunia
bila salah seorang di antara kalian stiap hari pergi ke masjid untuk mempelajari 2 ayat Alqur’an, itu lebih baik baginya daripada 2 unta. Bila 3 ayat maka lebih baik dari 3 unta. Demikian seterusnya.. ” (HR. Ahmad)

9. Paling berhak menjadi imam sholat
“orang yang paling berhak menjadi imam adalah orang yang paling banyak hafalan Alqur’an nya” (HR. Muslim)

10. Jenazah penghafal Alqur’an dimuliakan
Saat penguburan satu lahad para syuhada di perang uhud, Rasulullah SAW bersabda:
siapakah di antara keduanya yang lebih banyak menghafal Alqur’an? Bila para sahabat menunjukkan salah seorang di antara keduanya, maka Rasulullah SAW mendahulukannya untuk dimasukkan ke liang lahad” (HR. Bukhari)

Nah itu, semoga dengan semakin tahu hal tersebut membuat kita konsisten untuk menghafal Alqur’an, Aamiin.
Yu menghafal seceria mungkin 😀

Iklan

Tiga Orang Penting Masuk Neraka Karena Salah Niat

Tinggalkan komentar

Cover Buku

Cover Buku

Ketika membaca buku Zero to Hero, ada sebuah kisah menarik mengenai niat. Kisah tiga orang penting yang diseret ke neraka karena salah niat. Padahal mereka adalah tokoh-tokoh terkemuka yang penuh prestasi di tengah masyarakat. Mereka adalah yang memiliki peran penting untuk mengubah kondisi masyarakat. SIAPA? Mereka adalah:

1. Orang Alim, yang banyak ilmunya.

2. Dermawan, orang yang banyak dermanya.

3. Mujahid, orang yang gemar berjihad.

Mengapa mereka? dalam buku tersebut (Zero to Hero) ada sebuah Sabda Rasulullah SAW yang berbunyi

“yang pertama kali dibakar api  neraka pada hari Kiamat adalah tiga golongan: orang alim, mujahid, dan dermawan.

Adapun orang alim maka Allah mendatangkan dan menanyainya: ‘Apa yang dahului engkau perbuat di dunia?’Dia menjawab ‘Aku menuntut ilmu di jalanMu, lalu aku sebarkan ilmu itu karena mencari keridhaanMu’. maka dikatakan  kepadanya: ‘engkau dusta! sebenarnya engkau mencari ilmu supaya dikatakan sebagai orang alim’. Kemudian diperintahkan malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka dilemparkan dia ke dalam neraka.

Kemudian didatangkan seorang dermawan, maka dia ditanya:’Apa yang dahulu engkau oerbuat di dunia? ‘. Dia menjawab  ‘Aku mencari harta halal , kemudian aku infaqkan harta itu di jalanMu’. Maka dikatakan kepadanya: ‘Engkau dusta! Engkau infaqkan hartamu supaya manusia menyebutmu dermawan”. Kemudian diperintahkan malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya,  maka dilemparkanlah dia ke dalam neraka.

kemudian yang ketiga, ‘Apa yang dahulu engkau perbuat di dunia?’ Dia menjawab: ‘ Aku berperang di jalan Allah, sehingga aku mati terbunuh.’ Maka dikatakan kepadanya: ‘ Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan orang pemberani’ Maka diperintahkanlah malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka dilemparkanlah dia ke dalam neraka.’ (Hadits Riwayat Muslim)

Ternyata amalan yang besar bisa tidak dianggap karena niat. Benar seperti yang dikatakan Abdullah bin Mubarak

Berapa banyak amal yang remeh menjadi besar gara-gara niat. Dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh gara-gara niat

Ternyata seperti itulah gambaran kedudukan niat dalam perbuatan. Salah niat, perbuatan bisa menjadi bumerang. Tak salah jika niat memang ditempatkan urutan pertama pada kitab-kitab hadits mungkin ya 😀

Oke itu sekilas dari buku yang telah/sedang saya baca. Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kita lebih meluruskan niat dalam setiap perbuatan, khususnya saya nih. Saya sebagai guru semoga lebih diluruskan lagi niatnya untuk menyebarkan ilmu ke murid-murid 😀

Ayo berbagi ilmu dengan niat ikhlas dan seceria mungkin 😀

Mudahkanlah Aku Untuk Bertahajud

4 Komentar

saat malam mereka seperti pendeta, saat siang seperti singa Tuhan

Banyak yang mengetahui keutamaan tahajud, tapi acap kali saat akan melakukannya seakan-akan otak saya dikalahkan dengan istilah “ngantuk”.

Ya, akhirnya mencoba menyemangati diri ini dengan membaca dan menuliskan ‘anything about Tahajud’

Membaca sebuah buku yang tergolong murah, namun isinya tak murahan  “Mukjizat Shalat Malam”. Dan mencoba menuliskan kembali beberapa poin yang ada di dalamnya.

Barang siapa mengerjakan shalat tahajud dengan sebaik-baiknya dan dengan tertib juga rapi, Allah SWT akan memberikan sembilan macam kemuliaan : di antaranya lima macam di dunia dan empat macam di akhirat

Ada 5 kemuliaan shalat tahajud di dunia, yaitu:

pertama, Akan dipelihara oleh Allah dari segala bencana

kedua, Tanda ketaatannya akan terlihat dari mukanya, hamba-hamba yang melaksanakan tahajud akan diberikan kelebihan oleh Allah

ketiga, Para hamba yang shaleh akan dicintai oleh Allah dan dicintai semua manusia, dicintai dan dimuliakan oleh orang yang shaleh bukanlah merupakan hal yang mudah

keempat, Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah, mulutnya senantiasa dijaga

kelima, Akan dijadikan orang yang bijaksana, yakni diberi kemudahan dalam memahami agama

Sedang 4 kemuliaan di akhirat:

pertama, Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur pada hari pembalasan nanti

kedua, Akan mendapat keringanan ketika dihisab

ketiga, Ketika menyebrangi jembatan Shirathal Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat seperti halilintar yang menyambar

keempat, Catatan amalannya diberikan  di tangan kanan

Refleksi diri:

Seberapa seringkah muka ini menunjukkan muka “masam”, “tak bercahaya”, dan sulit memberikan senyuman?

Banyakkah orang yang senantiasa nyaman dan tenang jika berada di samping diri ini? Atau bahkan sebaliknya?

Seberapa banyak perkataan yang muncul hingga menyakiti orang lain?

Seringkah kita sulit untuk menerima kebenaran dan memahami agama yang benar?

Dan inginkah kita diberikan kemudahan di saat Yaumul Hisab?

Inginkah kita memiliki wajah yang berseri saat dibangkitkan nanti?

inginkah kita dengan mudahnya melewati Shirathal Mustaqim?

Serta inginkah kita mendapatkan kitab amalan di tangan kanan?

Ketika dirundung masalah, kegelisahan, ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran mengadulah padaNya. Hanya dengan mengingatNya hati kan menjadi tenang.

“Mudahkan hamba untuk bertahajud ya Rabb”

Bangga Saya Punya Buku “Quantum Business”

5 Komentar

cover buku Quantum Business

Buku ini merupakan salah satu buku yang tidak rugi saya membeli, sangat tidak rugi. Buku terbitan Kaifa. Buku bekas, murah, terbit tahun 1999. Dibeli dari seorang penjual buku dekat Salman ITB yang begitu pintar dan hebat. Perbincangan dengan laki paruh baya ini mengantarkan mata saya pada buku ini.

Quantum Business, dari kalimatnya mungkin sedikit terlintas tentang bisnis yang secara konsep. Seperti saham dan lain sebagainya, namun ternyata meleset pikiran itu.

Dalam buku ini ternyata memberi ispirasi bahwa yang namanya kesuksesan dalam bisnis bukan sekedar didukung oleh pintar akan teknis berbisnis. Namun ada yang lebih penting, apa saja? Terlihat  sekilas dalam daftar isi buku ini di antaranya:

  1. Mendapatkan yang Terbaik dari Kepribadian dan Gaya Belajar
  2. Sukses Dibangun atas Hubungan Dibangun atas Komunikasi
  3. Kekuatan Terbaik Anda Membaca
  4. Menemukan Nilai dalam Kegagalan

Yap, terlihat bahwa seorang pebisnis profesional tak  bisa langsung belajar tentang teknisnya, namun bisnis dimulai dari satu pandangan tanggung jawab total, melayani, jujur sepenuhnya, dan melakukan pekerjaan dengan cara yang menyenangkan dan sportif. Jadi salah pikiran saya kalau saya harus  langsung belajar bisnis, haha.

Apa jadinya jika dia pandai berbisnis secara teknis, namun males yang namanya melayani. Kaburlah para pelanggan.

Sangat menarik dengan buku ini, jadi sepertinya sekarang akan sering membahas buku ini. Bahkan kalau bisa diketik ulang dah trus diupload supaya klop, tapi takut menyalahi UU ITE (terlebihnya males sih harus ketik 400 halaman lebih, haha)

Saat membeli banyak pelajaran dari sang penjual, saat membaca banyak motivasi dan ilmu-ilmu baru,  dan  saat selesai membaca akan membawa saya menjadi Pebisnis Profesional dan Sholehah. Sungguh mantap! Amin

Dalam buku ini disebutkan bahwa seorang pebisnis itu “harus membuat belajar menjadi hal yang menyenangkan kembali

Jadi pas dengan moto blog ini, belajar seceria mungkin 😀

%d blogger menyukai ini: