Beranda

Gelap dan Melankolis

Tinggalkan komentar

Wajar, sekiranya Tuhan menurunkan perintah yang merupakan anjuran bagi hambaNya untuk bertahajud.

 

Siapa yang tak pernah memiliki masalah? Kasian, jika memang ada yang tak pernah punya masalah.

Dia tak pernah merasakan nikmatny berada di puncak keindahan jalan keluar saat masalah telah terdaki selesai.

 

Sisi melankolis sering dikaitkan dengan kesedihan. Setiap orang seyogyanya memiliki sisi melankolis barang secuil, menurutku.

 

Tak ungkir, melankolis itu muncul saat kau sendiri, menyepi, samar melihat karena gelap. Ya gelap, hingga kau tak mampu melihat sisi pipimu yang basah karena air mata itu begitu mudah mengalir.

 

Hati menerawang, hingga tanpa dibuat2 kau pun menangis. Ntah kau sadar atau tidak.

 

Melankolis, itu yang acapkali aku inginkan jika setiap bertemu denganNya.

 

Melankolis, itu yang sering kali orang gengsi menunjukkannya.

Makanya, pergilah kau menuju gelap untuk mendapat penerangan, penerangan jiwamu.

 

Melankolis, itu yang sering kali orang dengan mudah mengumbarnya.

Jangan terlalu melankolis juga, hey!

Bisa kau terjerembab jika melankolis itu tak kau iringi dengan tekad.

 

Teman curhat yang mampu kau lihat sebetulnya begitu dekat. Lihatlah cermin. Itulah orang setia yang mendengar curhatmu.

Pernahkah kau berbicara dengan dirimu? Dalam gelap kau menangis bersama jiwa dan ragamu.

Nikmatilah,

 

Antara gelap dan melankolis.

Menangislah, bangkitlah, dan tersenyumlah seceria mungkin.

Sang Pemberi Rasa melankolismu siap menerima kemelankolisanmu, sayang.

Yang Ketahuan Berduaan Langsung Dinikahkan!

Tinggalkan komentar

Sama halnya di Jawa Barat, tidak semuanya suku Sunda. Begitupun di Aceh, tidak semua suku Aceh. Ada suku namanya suku Gayo.

Hey, bagi kalian yang suka ngobrol laki perempuan di tempat yang gelap, jangan heran jika tiba-tiba kalian disuruh untuk menikah. Itulah adat suku Gayo, istilah namanya adalah geurleu.

Beberapa hari lalu ketika saya sampai di kampung ini, ada siswa SMP yang menikah karena ketahuan janjian di tempat gelap dengan lawan jenisnya. Di sini tidak aneh karena memang begitulah adat istiadat di sini. Walaupun toh mereka tidak melakukan apa-apa saat berdua-duaan, tetap mereka harus melaksanakan hukuman itu. Atau jika hendak tak mau menikah, dia harus bayar denda.

Ada juga selang beberapa hari dari kedatangan saya, siswa SMP yang tunangan dengan siswa SMA. Asalnya harus menikah, akan tetapi laki-laki yang siswa SMA belum siap jika memang harus menikah.

Waw, ada sisi baiknya juga sih. Jadi setiap orang harus menjaga jarak dengan yang bukan muhrimnya.

Nah kalo yang ini mungkin bukan  hanya adat suku gayo aja mungkin ya. Jadi begini, setiap musim panen kayu tiba, jangan heran jika sekolah kosong dengan siswa laki-laki dan saat panen “lupa lagi panen apa” siswinya yang tidak masuk sekolah.

Des, 29th 2011

Lokop, Aceh Timur

 

Kisah terbarunya, saya menghadiri pernikahan siswi kelas 2 saya yang ketahuan surat-suratan sama pacarnya, posisi dia sudah tunangan dengan yang lain. Jadilah harus segera dinikahkan dengan tunangannya itu.

 

Kisah lainnya, ketika memasuki tahun ajaran baru ada seorang siswi kelas 2 yang dinikahkan karena ketahuan berduaan. Wew.

Kalo di Bandung adatnya langsung dinikahkan kaya gitu, pasti udah jarang tuh wanita dan lelaki lajang. Haha!

Live WAW Show Before Nikah

2 Komentar

Oke, mungkin banyak yang merasa “galau” When am I gonna marry. Galau? Galayau.

Bagi kalian saya juga yang belum menikah, tenang. Itu Sengaja Allah  berikan waktu menunggumu untuk mengerjakan hal-hal hebat yang membuatmu berkata “waw” dalam hidupmu.

Kalau Saya Live Show Before Nikahnya, emm:

bersama kelas IX-4 paling bandel tapi waw gituloh

SM-3T. Menyesal? Awal pergi iya saya menyesal mengapa harus pergi ke tempat jauh antah berantah untuk pergi mendidik anak daerah pedalaman. Jauh dari keluarga. Namun semakin lama-lama-lama “waw I so proud be the one who got this chance”. Begitu banyak kisah yang dilalui hingga berkata WAW.  Ini nih kumpulan kisahnya 😀

Sedih, begitu sedih. Semoga kalian mendapatkan guru yang lebih baik :’D. Sebandel apapun kalian, jujur ibu sayang kalian. Kelas IX-4

rajut buat jualan

Crochet, dulu tak pernah sedikitpun merajut. Tapi saya belajar dari video youtube hingga akhirnya saya berkata, “waw, i love crochet more more more ever”. Banyak hal menarik yang saya dapatkan dari merajut ini.

Mouse Pen yang pake gaji sendirii impian dari dulu 😀

Mouse Pen, “waw akhirnya saya dapat menggambar senyaman mungkin di atas lantai dansa mouse pen ini”. Salah satu hal yang saya idamkan, akhirnya saya membelinya dengan gaji saya sendiri 😀

 

Jepret, yay photographer wannabe. “waw she’s adolable”

Rememberence, read Holy Quran. Although you’re single or double (:D) you should do! “banyak yang waw di dalamnya”.

Hem, no matter  how long or short the time you need to wait, masih banyak hal yang dapat kamu lakukan.

Ayo Before Nikah Seceria Mungkin Keuhahahahahaha

Agar Saya Punya Hal Untuk Menghargai Diri Saya

Tinggalkan komentar

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Perasaan was was mulai menggerayangi. Tinggal 6 hari lagi. Tapi persiapan belum terlalu bagaimana gitu. Mulai dari perlengkapan fisik, mengajar, juga persiapan batin.

Terlepas dari itu semua, lagi dan lagi kata penyemangat, motivasi, serta dukungan terus ada.

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang menjadi rusak karena diam tertahan,
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan..

Imam Syafi’i

Ya, saya tidak mau hanya bekerja begini dan begitu saja.

Pembelajaran diri, itulah yang saya butuhkan sekarang.
Sebuah perasaan syukur memiliki penerangan listrik yang stabil,
sebuah perasaan syukur memiliki keluarga seperti sekarang,
sebuah perasaan syukur mampu memperoleh barang yang diinginkan dengan mudah di daerah yang saya tinggali sekarang,
sebuah rasa syukur sekarang masih bisa menikmati es b**vita.
Ya rasa syukur itulah yang akan semakin terasa saat saya mengabdi ke sana.

Biar, relakan saya.

Innallaha ma’ana. Rizqi  maut  jodoh, Sang Pengaturlah yang paling berhak atas itu.

Pun jika saya mati saat itu, matikan saya dalam langkah ikhlas pengabdian, tanpa embel-embel lain!

Biarkan, relakan. Biarkan saya melakukan ini agar saya punya hal untuk menghargai diri saya.

Penantian, Sebuah Kekuatan Menjaga

3 Komentar

“Kisah cinta Ali pada Fatimah. Tentang keikhlasan Ali saat mengetahui Abu Bakar melamar Fatimah, serta tentang kelapangdadaan Ali saat harus mengetahui lamaran Umar kepada Fatimah. Namun toh kedua lamaran itu berakhir penolakan. Hingga majulah sang Ali, pemuda miskin namun sosok pemberani melamar Fatimah dan berakhir dengan “Ahlan wa sahlan”, gumam Rasulullah.”

Siapa yang tak pernah merasakan cinta. Mengagumi sesosok yang sering membuat pikiran tertuju padanya. Saat dia ada, mungkin hati berdecak kagum, namun ekspresi berdecak biasa. Di situlah bentuk pengendalian hingga memang terungkap jika kau siap untuk menjadi halal.

Galau. Sebuah kata yang muncul menjadi sebuah tren, dan tak disangka itulah kata yang mewakili saat hati dan pikiran sedang “kacau”. Pun dengan cinta. Tak sedikit seorang insan galau dengan cinta. Tak sedikit pula seseorang yang galau akan menunggu cinta itu sendiri.

Seseorang yang jatuh cinta karena dia ingin mengisi kehampaan yang ada dalam dirinya“, yang seperti itulah kira-kira kutipan dari Mario Teguh. Begitupun seseorang yang sedang menunggu, menunggu akan cinta sang pangeran datang.

Wanita mana yang tak luluh saat sosok yang dikaguminya menyatakan “menikahlah denganku” ? Namun, mana sosok pemberani itu? Sosok seorang Ali yang berani melamar Fatimah. Fatimah yang sejujurnya menginginkan Ali, apakah ia meminta Rasul untuk menyatukan mereka? Fatimah hanya diam, hingga bersatulah mereka tanpa adanya cacat pada cinta mereka. Namun masihkah ada sosok Fatimah, yang senantiasa menjaga perasaannya?

Saat mata jelalatan pada yang sesosok “yang disukai”, bagaimana dengan seseorang yang akan menjadi pasangan kita kelak? Apakah dia melakukan hal yang sama dengan kita?

Saat bermalas-malasan dalam penantian, bagaimana dengan dia? Apakah dia pun begitu?

Saat hati ini telah diisi oleh cinta serta kekaguman pada makhluk, apakah di hatinya pun ada orang lain?

Saat hampir sebagian perasaan telah tercurah pada yang lain, apakah dia pun begitu?

Oh, sungguh Rabbi, tak sanggup.

Jangan, janganlah biarkan hati ini terlunta-lunta. Penantian, biarlah hanya sekedar nama kondisi saja. Bukan sebagai aktifitas, apalagi pengacau pikiran. Penantian, semua bisa terjadi. Bahkan saat setelah dicap sebagai calon pasangan, belum tentu dialah jodohmu.

Rabbi, dalam penantian ini, biarkan hati selalu terpaut padaMu.

Rabbi, dalam penantian ini, jagalah diri ini.

Penantian, uji kekuatanmu dalam menjaga.

Penantian, uji kesabaranmu dalam berharap.

Penantian, uji keikhlasanmu dalam menerima.

Dalam penantian, semua bisa terjadi. Dalam penantian, tak ada yang pasti. Yang ada, sebait doa “Jagalah Hamba

Hati yang terjaga hanya bagi mereka yang menjaga dirinya.

Malaysia Menang, Tentu Sudah Itu Yang Terbaik Bagi Indonesia

4 Komentar

Semua-mua-mua peristiwa pasti sudah ada hikmah bagi siapapun. Baik yang lagi sedih akan kejadian itu, baik yang lagi senang. Itupun yang sekarang terjadi di pertandingan Final SEA GAMES 2011 antara Indonesia VS Malaysia. Ya, finally 1-1 in normal match time until 2 round of additional times. The last, penalty. 3-4 for Malaysia.

Ini hanya sebatas pendapat saya lho, hehe.

Mungkin kalau Indonesia kalah bukan disebabkan oleh usahanya yang buruk, tapi mungkin dari mental suporter yang “berlebih”. Apa maksud berlebih itu? GBK sudah dipenuhi sejak sebelum maghrib. Nah terus pertandingan sampai hampir pukul 10pm. Di situ, apa suporter udah pada sholat maghrib? :D. Ya mungkin ada sebagian yang di jama’ dengan sholat isya kali ya (urusan boleh atau tidak bolehnya sholat dijama’ dengan alasan itu ga tau juga sih :D. Lebih baik tanya ke ahlinya. Kalau setahu saya jama’ itu jika saat waktu sholat tiba dia sedang berpergian tapi kembali lagi tanya kepada ahlinya.

“Kalah sih kalah, tapi kenapa harus sama Malaysia lagi sih”. Mungkin mungkin lagi nih ya di sini Indonesia sedang diuji untuk jangan membenci sesuatu secara berlebihan. Nasionalisme boleh saja di kedepankan, namun ingat jangan sampai membenci berlebih apalagi sesama muslim 😀

Kenapa bukan Indonesia yang menang? Mungkin Sang Pemilik Taqdir tahu, jika Indonesia menang akan muncul penyakit hati baik dari suporter maupun pemain maupun siapa aja itu. Contoh, bisa jadi suporter jadi malah jadi sombong atau berasa “paling” dari Malaysia.

Oke just think Husnudzan. May Allah Blesses Us with love. Be Humble Indonesia!

Man Jadda Wajada

5 Komentar

Bismillah.

Baik, sudah lama tak posting tulisan baru. rinduu sebenarnya mengisi blog yang dulu sempat saya cita-citakan untuk menjadi blog yang berkualitas.

Postingan kali ini ingin menceritakan tentang rencana saya untuk menjadi seorang pebisnis. keuhahahahahahahahaha.

Sehingga suatu ketika muncullah percakapan dengan sang kawan:

kawan: “kamu gimana udah kerja?“.

Akyu: “engga dulu sekarang mau nyoba dulu bisnis ah masih penasaran nu mah

kawan: “ih kamu mah harusnya kerja dulu. baru udah gitu bisnis, kan punya pemasukan. kalo bisnis masih harus ngerintis

akyu: “hehehehe” -____- a

Sempat ada beberapa tawaran untuk bekerja yang bisa dikatakan fulltime . Tapi-tapi lagi-lagi berpikir gimana nih sebuah impian saya sendiri untuk buka usaha sendiri? Semakin sini ya mendinglah pihak keluarga mulai mendukung.

Kadang, sering terpengaruh perkataan orang yang mengatakan “ah ga akan laku atuh usaha itu mah”. Haha tak salah sih, yang akhirya sempat down. Tapi tapi bukankah “Man Jadda Wajada”? Biar, Allah yang mengatur rizqi makhluknya. Terpenting siapa yang bersungguh-sungguh akan sesuatu, dia akan mendapatkannya. InsyaAllah.

Sedikit sharing, pengalaman berbisnis usaha sendiri itu memberikan hal yang berbeda, tertantang menantang.

Ketika SD sekitar kelas 4-5 SD melihat orang-orang membeli buah yang di-es-kan. Langsung bilang “mah, mau jualan es buah“. Waw mamah akyu pun langsung senyum semangat. Dibuatkanlah kedongong es. Berkeliling RW 01 Lembang. Excellent!! Laku lho. Laku satu biji dari berapa puluh yaaa? ahahahaha

Ketika SD kelas 6 SD si ayah punya banyak pulpen. Yang dulu sering digosipkan narkoba dalam pulpen sehingga baunya harum. Wow laku baru ini mah. laku berapa lusin gitu yaaaa..? keubuahahaha. walaupun harus dikreditkan atau anak-anak ucul pada ngutang. Trus pernah juga jualan jam-jam anak-anak kecil.

Ketika SMA. sebenarnya tanpa sengaja sengaja amat itu-itu usaha. Pertama pernah jualan agar-agar untung 10000. Dan saat Kelas 3 SMA jualan minuman yoghurt. Mantap, setiap kali pergi ke sekolah bawa-bawa keresek gede berisi minuman yoghurt pesanan temans-temans

Nah saat masuk kuliah, mulai baru melihat kira-kira peluang yang ada. Dari jualan stiker nama *atas joinan bersama teman sma* makin sini mulai masuk merambah menjadi distributor pemesanan kaos. Gila mamen pokonya ini untungnya lumayan walopun sungguh usahanya kita agak pusing. Masuk kembali merambah usaha penjualan pulsa. Jikalau yang ini mah untung untuk beli pulsa lagi lah. Mulailah merambah mengikuti PMW UPI. Usaha kaos bersama temans-temans walau akhirnya yaaa kita pisah busah. Lagi

Older Entries

%d blogger menyukai ini: